SuaraCianjur.id- Amalan untuk mendapatkan surga Allah SWT harus diperjuangkan secara maksimal. Bahkan ada beberapa amalan yang bisa mengunci kita untuk mendapatkan surga, melalui tiga amalan ini.
Dari sahabat Abdullah Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:
"Aku bertanya kepada Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam tentang amalan-utama yang paling dicintai Allah Ta'ala? Beliau menjawab: "Asshalatu 'ala waqtiha". Kemudian apalagi? Beliau menjawab: "Birrul Waalidain". Kemudian apalagi? Beliau menjawab: "Al-Jihadu fii Sabilillaah".
Ketiga amalan ini memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah SWT, karena dalam Hadis disebutkan, ada pahala yang begitu besar yang diberikan kepada hambanya sesuai dengan ujian dan cobaan.
Dalam kaidah fiqih, amalan yang lebih banyak pengorbanan maka lebih banyak keutamannya. Dari amalan yang dimaksud, ada amalan yang mendapatkan surga paling tengah.
Lalu apa saja amalan itu?
1.Sholat Tepat Waktu
Ketika adzan berkumandang, kewajiab seorang umat muslim harus segera beranjak untuk mendirikan sholat. Meninggalkan segala aktifitas untuk semenara waktu demi menjalankan perintah Allah SWT yang paling utama ini.
Rasulullah pernah ditanya, amalan apakah yang paling afdhol. Lalu beliau menjawab: "Sholat di awal waktunya." (HR. Abu Daud).
Baca Juga: Mewahnya Isi Rumah Ferdy Sambo, Ada Lift dan Tas Mewah Putri Candrawathi Berjejer di Lemari Kaca
Dalam Islam urusan sholat tidak bisa ada tawar menawar. Ia menjadi pembeda (pemisah) antara seorang muslim dan non muslim. Sholat adalah perkara paling pertama kali dihisab di hari Kiamat kelak.
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa selalu menjaga sholat wajib yang lima, baik ruku, sujud, wudhu atau waktu-waktunya. Dan dia mengetahui bahwa semua itu merupakan kewajiban dari sisi Allah, maka dia akan masuk surga". Atau beliau mengatakan: "Wajib baginya surga". (HR Ahmad)
2. Berbakti Terhadap Orang Tua
Berbakti kepada orang tua adalah amalan yang mendatangkan ridha Allah SWT. Alquran memerintahkan kepada manusia untuk bersyukur kepada ayah dan ibunya serta disuruh untuk berbuat baik kepada mereka.
Dalam satu hadis disebutkan ketika ada seorang laki-laki meminta izin kepada Nabi untuk pergi berjihad. Lalu Nabi bersabda: "Apakah orang tuamu masih hidup?" Laki-laki itu menjawab: "Iya". Lantas Nabi pun bersabda: "Kalau begitu datangilah kedunya dan berjihadlah dengan berbakti kepada mereka." (HR Al-Bukhari dan Muslim).