SuaraCianjur.id- Melakukan hal kebaikan adalah hal yang paling mudah tapi bersikap istiqomah adalah hal yang begitu sulit. Ini menjadi tantangan bagi semua orang, yang ingin melakukan secara sungguh-sungguh untuk konsisten dalam mengerjakan kebaikan.
Kerap mendengara kabar “istiqomah” apalagi jika dikaitkan dengan agama. “Fi’ill istaqoma-yastaqimu-istiqaamatan,” yang artinya lurus, tegak dan konsisten.
Istiqomah merupakan kewajiban bagi setiap mukmin, yang akan meningkatkan ketaatan dan akan menjauhkan diri dari segala larangan oleh Allah SWT.
Dalam Al-quran Allah SWT berfirman:
“Maka tetaplah istiqomah pada jalan yang lurus menuju kepada Nya dan mohon ampun kepada Nya.” (QS Fushilat: 6).
Dari Sufyan bin Abdullâh ats-Tsaqafi, berkata:
“Aku berkata: ‘Wahai Rasûlullâh, katakan kepadaku di dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan bertanya kepada seorangpun setelah Anda!’. Beliau menjawab: ‘Katakanlah, ‘aku beriman’, lalu istiqomahlah’.” (HR Muslim, Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah).
Karakter orang yang bersungguh-sungguh untuk istiqomah, selalu mengingat kepada Allah SWT, baik ketika memiliki kuasa apapun saat terpuruk. Seperti yang disebutkan dalam Alquran, Allah SWT berfirman:
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’.” (QS Ali-Imran: 191).
Baca Juga: Bharada E, Bripka R dan Kuwat Ma'ruf Tiba di Tempat Rekonstruksi, Tangan Mereka Terikat
Untuk “istiqomah” memang sangat sulit karena begitu besar godaan dan tantangan yang dilalui. Namun bagi umat muslim yang berusaha untuk tetap konsisten mengerjalan amalan kebaikan, kendati itu kecil Insya Allah tetap akan mendatangkan pahala.
Tekad istiqomah memiliki keutaman, yaitu:
1.Amalan yang dicintai Allah
Seseorang yang melakukan hal baik secara konsisten meskipun kecil, namun akan mendapatkan pahala. Amalan seperti ini adalah sesuatu yang sangat dicintai Allah SWT, seperti yang dijelaskan pada hadist Nabi Muhammad SAW:
“Berbuat sesuatu yang tepat dan benarlah kalian dan amal yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus menerus meskipun sedikit." (HR Bukhari).
2.Terhindar dari kesedihan dan kekhawatiran