SuaraCianjur.id- Coki Pardede kembali muncul untuk pertama kalinya di podcast Deddy Corbuzier setelah sebelumnya menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO).
Coki Pardede direhabilitasi karena terbukti menggunakan sabu pada September 2021 lalu. Setelah satu tahun menjalani rehabilitasi, akhirnya Coki Pardede bisa menghirup udara segar kembali.
Dengan didampingi oleh Yerry Pattinasarany yang berlatarbelakang pendeta. Isu Coki Pardede masuk Agama Kristen pun mencuat di kalangan netizen.
Seperti yang kita ketahui bahwa Coki Pardede kerap kali mengungkapkan identitas keyakinannya sebagai seorang agnostik yang taat.
Deddy Corbuzier lantas mempertanyakan keimanan Coki Pardede setelah didampingi oleh Pendeta Yerry.
Coki Pardede menegaskan bahwa dirinya masih pada keyakinan yang sama, alias tidak masuk agama kristen.
“Enggak juga sih (masuk Kristen),” Jawab Coki Pardede dalam Podcast Deddy Corbuzier.
Coki pardede juga menegaskan bahwa sebelum Pendeta Yerry mendampingi dirinya, Coki telah mempertanyakan apakah pendampingannya berkaitan dengan keyakinannya atau tidak.
“Sewaktu beliau mendampingi gua, gua tanya dulu di awal. 'Apakah saya harus jadi kristen nih?' gitu. Yang menarik adalah Yerry ngomong begini 'Gue mendampingi loe bukan karena ada udah di balik batu. Gue mendampingi loe karena kepedulian gua yang berangkat dari care sesama manusia'," cerita Coki Pardede.
Baca Juga: Sinopsis Gods of Egypt Tayang di Bioskop TransTV Malam ini, 28 September 2022
Coki Pardede menegaskan jiga Pendeta Yerry mendapingi dirinya atas dasar kepedulian sesama manusia, dan membantu Coki Pardede agar terbebas dari ketergantungan obat-obatan terlarang.
Terlebas dari cara Pendeta Yerry Pattinasarany memberikan sejangan yang bersumber dari Alkitab, Coki Pardede tidak mempermasalahkan karena itu dianggap sebagai salah satu cara atau metode yang digunakan saja.
Setelah selesai rehabilitasi, Coki Pardede memiliki semangat dan misi penting untuk tidak lagi terjerumus pada obat-obatan terlarang.
Dirinya juga mengakui jika selama berada di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) sangatlah membosankan. Sehingga itu yang membuat dirinya engan untuk melakukan tindakan yang sama.