SuaraCianjur.id- Semua berduka atas tragedi maut yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang usai pertandingan Arema FC vs Persebaya padahari Sabtu (1/10) kemarin malam.
Bukan hanya menjadi perhatian dalam negeri, dunia pun turut menyoroti inisden maut yang menyebabkan 174 orang tewas. Termasuk FIFA yang dikatakan sudah meminta laporan atas peristiwa tersebut
Presiden FIFA, Gianni Infantino, angkat bicara dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban meninggal dunia usai kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Bahkan dirinya menilai jika kejadian tersebut adalah sebuah tragedi di luar pemahaman.
Infantino menyampaikan pernyataan untuk menyikapi kericuhan yang terjadi di Liga 1 Indonesia ini.
"Dunia sepak bola sedang shock menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia pada akhir pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan,” kata Gianni Infantino, mengutip dari laman resmi FIFA, Minggu (2/10/2022).
“Ini adalah hari yang gelap bagi semua yang terlibat dalam sepak bola dan sebuah tragedi di luar pemahaman. Saya sampaikan belasungkawa yang teramat dalam untuk keluarga dan teman-teman korban yang kehilangan nyawa setelah insiden tragis ini," ucapnya demikian.
"Bersama FIFA dan komunitas sepak bola global, semua pikiran dan doa kami bersama para korban, mereka yang terluka, bersama rakyat Republik Indonesia, Konfederasi Sepak Bola Asia, Persatuan Sepak Bola Indonesia, dan Liga Sepak Bola Indonesia, pada saat yang sulit ini.”
Disebutkan jika tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang ini menduduki peringkat kedua di dunia, dalam jumlah korban jiwa. Hingga kini sudah 174 orang yang tercatat meninggal dunia.
Situasi pahit ini terbanyakkedua setelah kerusuhan yang pernah terjadi di Stadion Nasional (Estadio Nacional), Lima, Peru, ketika Peru melawan Argentina di tahun 1964, hingga menyebabkan 326 orang tewas.
Baca Juga: Presiden FIFA Gianni Infantino Tanggapi Tragedi Kanjuruhan: Hari yang Gelap di Sepak Bola