Kapolri Dalami Soal Gas Air Mata yang Diduga Jadi Pemicu Tragedi Kanjuruhan, Siapa yang Harus Tanggung Jawab?

Suara Cianjur | Suara.com

Senin, 03 Oktober 2022 | 11:36 WIB
Kapolri Dalami Soal Gas Air Mata yang Diduga Jadi Pemicu Tragedi Kanjuruhan, Siapa yang Harus Tanggung Jawab?
Kapolri Kunjungi Korban Kanjuruhan (Foto Istimewa/ Suara.com / ANTARA/Willy Irawan)

SuaraCianjur.id- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akan mendalami soal penerapan prosedur tetap gas air mata yang digunakan untuk membubarkan massa yang ricuh di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Seperti yang diketahui, ratusan nyawa melayang dalam tragedi maut usai pertandingan Arema FC vs Persebaya pada hari Sabtu (1/10) kemarin.

Listyo mengatakan, pendalaman dilakukan pada penerapan protap dan tahapan yang telah dilakukan tim pengamanan yang bertugas saat pelaksanaan pertandingan.

"Tim tentunya akan mendalami terkait prosedur dan tahapan-tahapan yang dilakukan satgas atau tim pengamanan yang melakukan tugas saat pelaksanaan pertandingan," kata Kapolri, seperti mengutip dari Suara.com, Senin (3/10/2022).

Kapolri juga menjelaskan soal tahapan-tahapan untuk penerapan prosedur tersebut, akan dilakukan audit oleh tim yang telah disiapkan.

Dirinya akan mendalami berbagai informasi yang ada sesuai dengan fakta termasuk upaya penyelamatan para pemain dan ofisial dari kejaran pra suporter.

Semua yang terjadi akan dilakukan pendalaman secara rinci dan menjadi bagian investigasi, mulai dari pihak penyelenggara, keamanan dan seluruh pihak yang terkait.

"Semuanya akan kita dalami, ini menjadi satu bagian yang akan kita investigasi secara tuntas baik dari penyelenggara, pengamanan, dan pihak-pihak yang memang perlu kita lakukan pemeriksaan," jelasnya.

Kapolri juga menambahkan jika proses itu dilakukan agar ada gambaran yang jelas, agar peristiwa maut yang menyebabkan tewasnya 125 orang itu bisa jelas. Termasuk siapa yang akan bertanggung jawab atas tragedi maut tersebut.

"Itu dilakukan untuk menuntaskan dan memberikan gambaran terkait peristiwa yang terjadi dan tentunya siapa yang harus bertanggung jawab," jelas Kapolri.

Berdasarkan data terakhir tercatat bahwa korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur sebanyak 125 orang, termasuk sebanyak 323 orang mengalami luka. (Antara)

Sumber: Suara.com 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luis Milla dan 3 Pemain Persib Berikan tanggapan Terkait Tragedi Kanjuruhan, 5 Sanksi FIFA Menanti

Luis Milla dan 3 Pemain Persib Berikan tanggapan Terkait Tragedi Kanjuruhan, 5 Sanksi FIFA Menanti

| Senin, 03 Oktober 2022 | 07:33 WIB

Ralat Jumlah Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Sebut Jumlahnya Ada Data Ganda, Arema FC Tak Peduli Sanksi

Ralat Jumlah Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Sebut Jumlahnya Ada Data Ganda, Arema FC Tak Peduli Sanksi

| Minggu, 02 Oktober 2022 | 20:31 WIB

Tragedi Kanjuruhan Malang 'Undang' Reaksi FIFA

Tragedi Kanjuruhan Malang 'Undang' Reaksi FIFA

| Minggu, 02 Oktober 2022 | 19:28 WIB

Terkini

DKZ Akhiri Aktivitas Grup, Member Lanjutkan Karir secara Individu

DKZ Akhiri Aktivitas Grup, Member Lanjutkan Karir secara Individu

Your Say | Rabu, 15 April 2026 | 12:30 WIB

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Menepis Hoaks Izin Lintas Udara: Strategi Cerdik Prabowo Mengunci AS, Rusia, dan China

Opini | Rabu, 15 April 2026 | 12:29 WIB

Misteri Sayatan di Gedangsewu: Nenek S Tewas Bersimbah Darah Usai Sembuh dari Tipes

Misteri Sayatan di Gedangsewu: Nenek S Tewas Bersimbah Darah Usai Sembuh dari Tipes

Jatim | Rabu, 15 April 2026 | 12:28 WIB

5 Fakta Bahlil Borong Minyak Rusia untuk Indonesia, Sinyal Harga BBM Turun?

5 Fakta Bahlil Borong Minyak Rusia untuk Indonesia, Sinyal Harga BBM Turun?

Otomotif | Rabu, 15 April 2026 | 12:28 WIB

Kronologi Aksi Foto Rombongan Arteria Dahlan di Tikungan Sitinjau Lauik: Bermula dari Miskomunikasi

Kronologi Aksi Foto Rombongan Arteria Dahlan di Tikungan Sitinjau Lauik: Bermula dari Miskomunikasi

Sumbar | Rabu, 15 April 2026 | 12:28 WIB

Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual

Alasan Pelecehan Digital Mahasiswa FH UI Disebut Kekerasan Seksual

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live

Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB

Detective Conan: Fallen Angel of Highway Raup 3,5 Miliar Yen dalam 3 Hari

Detective Conan: Fallen Angel of Highway Raup 3,5 Miliar Yen dalam 3 Hari

Your Say | Rabu, 15 April 2026 | 12:25 WIB

Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal

Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal

News | Rabu, 15 April 2026 | 12:22 WIB