SuaraCianjur.id- Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada hari Sabtu (1/10) kemarin, menewaskan ratusan orang. Pihak Kepolisian melalui Itsus dan Propam Polri mulai melakukan pemeriksaan.
Pemeriksaan yang dilakukan terhadap belasan anggota Polisi itu dilakukan terkait dengan tragedi Kanjuruhan Malang yang menyebabkan 125 orang tewas.
Adapun anggota yang diperiksa berjumlah 18 orang hingga kini, termasuk diantaranya ada yang berpangkat perwira.
Mayoritas korban yang meninggal dunia sebanyak 125 orang, diakibatkan karena sesak nafas akibat dampak dari lemparan gas air mata dari pihak kepolisian.
Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan anggota Polisi berpangkat perwira diperiksa terkait dengan manajemen pengamanan di lapangan dalam pertandingan Arema FC vs Persebaya.
"Ini sedang dimintai keterangan dan didalami oleh tim dari ITSUS dan dari Propam. Kemudian saat ini mendalami terkait masalah manajer pengamanan mulai dari pangkat perwira sampai Pamen sedang didalami," ungkap Irjen Pol Dedi dalam konferensi pers di Malang, Senin (3/10/2022).
Sejauh ini sudah 18 anggota kepolisian yang langsung terlibat dalam pengamanan di Stadion Kanjuruahan, dilakukan pemeriksaan oleh pihak internal dari Polri.
Mereka yang diperiksa yakni bertanggung jawab atau operator pemegang senjata pelontar.
"Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 18 orang anggota yang bertanggung jawab atau sebagai operator pemegang senjata pelontar," jelasnya.
Baca Juga: Mami Online Sebut Rizky Billar Mengalami Star Syndrome dan Tempramental
Irjen Pol Dedi juga melanjutkan, tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjanji akan secara transparan dalam melakukan investigasi secara mendalam atas insiden ini.
Dalam penyelidika insiden ini pihak eksternal akan turut melakukan pengawasan.
"Silakan melakukan audit terhadap kerja dari para tim ini tentunya tim ini masih terus bekerja keras tapi dengan prinsip kehati-hatian, ketelitian dan proses pembuktian secara ilmiah ini,” terang Kapolri.
“Nantinya menjadi standar operasional prosedur bagi tim investigasi agar betul-betul dibuka secara terang benderang dan nanti akan kita sampaikan kepada teman-teman media," kata dia menambahkan.