Hindari Anak Jadi Korban Predator Seksual, Kenali Tanda Pelaku Child Grooming dan Cara Mencegahnya

Suara Cianjur

Kamis, 06 Oktober 2022 | 08:00 WIB
Hindari Anak Jadi Korban Predator Seksual, Kenali Tanda Pelaku Child Grooming dan Cara Mencegahnya
Pelaku Predator Anak (Foto Ilustrasi / Suara.com/Abdul Rohman)

SuaraCianjur.id- Maraknya kasus pelecehan seksual pada kalangan anak-anak hingga remaja, disebabkan oleh berbagai macam faktor. Termasuk muncul berbagai modus-modus baru yang dilakukan para pelaku pelecehan seksual.

Pelaku-pelaku tersebut biasanya mengincar kalangan yang mudah diperdaya. Berbagai macam jurus dan motif dilancarkan, supaya bisa menuruti permintaan mereka.

Upaya-upaya tipu daya untuk mengelabui anak-anak disebut dengan Child Grooming. Maka dari itu masyarakat penting harus memahami hal ini, agar terhindar dari hal yang tak diinginkan.

Tindakan ptersebut dilakukan oleh para pelaku kejahatan seksual, untuk membangun hubungan kepercayaan dan ikatan emosional dengan anak-anak atau remaja, yang menjadi target.

Child Grooming akan membuat anak merasakan nyaman, mendapatkan perhatian, serta merasa aman jika ada di dekat pelaku.

Kemudian para pelaku tersebut memanipulasi dan mengeskpoitasi korbanya untuk mendapatkan kepuasan seksual yang diharapkan.

Anak-anak dan remaja menjadi kelompok yang paling rentan mendapatkan perilaku ‘grooming’ ini. Karena pada umumnya, mereka belum memiliki tingkat kematangan berpikir, untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Faktor lainnya adalah, pengetahuan anak-anak yang masih terbatas dari segi ilmu dan pengalaman. Tak hanya itu, faktor mudahnya rayuan dan dibujuk menjad salah satu hal yang harus diantisipasi. Apalgi hal itu dilakukan oleh orang asing.

Para orang tua harus bisa mencegah dan mengawasi anak-anaknya.

baca juga

Perilaku semacam ini bisa jadi awal mula kejahatan pedofilia. Biasanya para pelaku merupakan orang-orang terdekat korban.

Dikutip dari laman parenting.co.id, ada tiga tahapan yang dilakukan oleh para pelaku child grooming dalam menjalankan aksinya, diantaranya:

1. Accesing

Biasanya perilaku ini dimulai dengan mencari akses untuk mendekati target korbannya, mereka melihat celah kosong agar terus dapat berdekatan oleh target yang diincarnya.

2. Trust Building

Setelah memiliki akses dengan korban, pelaku langsung mempersiapkan korbannya dengan cara membangun kepercayaan dan mengikat emosional mereka. Sehingga kejahatan yang dilakukan akan terasa normal bagi korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ramai Dituduhkan ke Kriss Hatta Gegara Pacari Gadis di Bawah Umur, Apa Beda Pedofil dengan Child Grooming?

Ramai Dituduhkan ke Kriss Hatta Gegara Pacari Gadis di Bawah Umur, Apa Beda Pedofil dengan Child Grooming?

Lifestyle | Rabu, 28 September 2022 | 16:42 WIB

Heboh Kriss Hatta Pacari Anak 14 Tahun, Waspadai 6 Fase Child Grooming

Heboh Kriss Hatta Pacari Anak 14 Tahun, Waspadai 6 Fase Child Grooming

Lifestyle | Rabu, 28 September 2022 | 16:31 WIB

Memahami Apa Itu Child Grooming dan 7 Tahapannya

Memahami Apa Itu Child Grooming dan 7 Tahapannya

Lifestyle | Rabu, 28 September 2022 | 14:02 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×