SuaraCianjur.id - Saat berangkat sekolah, para pelajar di Desa Neglasari, Argabinta, Kabupaten Cianjur, harus bertaruh nyawa.
Para pelajar tersebut, harus menyebrangi Sungai Cigonggang setiap harinya. Tidak tersedianya jembatan penyebrangan, mengharuskan mereka bertaruh nyawa saat akan pergi dan pulang sekolah.
Menyebrangi sungai Sungai Cigonggang, pilihan satu-satunya cara para pelajar tersebut, untuk sampai ke sekolah mereka.
Tak hanya para pelajar dari tingkat SD. Banyak juga pelajar tingkat Madrasah Tsanawiyyah, dan SMK pun harus menyeberangi arus sungai yang deras.
Ketika debit air sungai mengalami kenaikan, para pelajar itupun harus merelakan tidak ikut pelajaran di sekolah.
Kepala Desa Neglasari Nasihin, mengatakan akses menyebrangi Sungai Cigonggang, merupakan akses satu-satunya, untuk mencapai ke lokasi sekolah para pelajar di kampung tersebut.
"Mereka terpaksa menerjang sungai demi pergi ke sekolah,” ujar Nasihin pada wartawan, belum lama ini, seperti dikutip dari SuaraBandungbarat.id.
Nasihin mengatakn, sebenarnya ada akses lain untuk dapat mencapai sekolah para pelajar tersebut. Namun akses tersebut tidak mungkin untuk ditempuh dengan berjalan kaki.
Tak jarang setiap tahun, selalu ada korban dimana para pelajar tersebut terpleset saat menyebrangi sungai.
Baca Juga: Bawaslu Kabupaten Sikka Ajak Kelompok Difabel Awasi Pemilu
"Nyawa pelajar ini memang terancam, bahkan setiap tahunnya selalu menelan korban akibat terpeleset saat sedang menyebrang," ujar Nasihin.
Adapun pengurus Desa telah beberapa kali mengajukan permohonan agar dibangun jembatan yang menghubungkan kedua sisi Sungai Cigonggang. Namun, permohonan ini tidak juga ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur.
“Sudah bosan mengajukan, tapi tidak ditanggapi,” tandas Nasihin terkait pengajuan pembangunan jembatan yang tak kunjung ada hasilnya.(*)
Sumber : SuaraBandungbarat.id
Artikel ini telah tayang di SuaraBandungbarat.id berjudul: Demi Bisa Sekolah, Pelajar di Desa Neglasari Kabupaten Cianjur Tetap Nekat Seberangi Sungai Meski Nyawa Jadi Taruhan