SuaraCianjur.id- Mencapai puncak saat bercinta atau orgasme merupakan suatu kepuasan sekaligus kebahagiaan tersendiri bagi para istri.
Sementara bagi suami rasa kebanggaan dan percaya diri tidak bisa dielakan lagi. Memiliki keperkasaan diatas ranjang menjadi suatu keharusan.
Apalagi jika sang suami mampu membuat istri mencapai puncak orgasme dengan mengeluarkan carian yang banyak, pasti itu menjadi kebanggan tersendiri bagi suami bukan?
Mengeluarkan cairan orgasme dalam jumlah yang cukup banyak merupakan hal yang normal, jadi Anda tidak perlu merasa panik.
Hal tersebut dijelaskan oleh seorang Seksolog Zoya Amirin, dalam kanal YouTube Jaktv Official Channel. Dikutip pada Jum'at (28/10/2022).
“Perempuan kalau keluar cairan, paling segelas kayak sloki itu loh. Yang mana itu adalah cairan dari lubrikasi organ intim” ungkap Zoya Amirin.
Keluarnya carian saat melakukan hubungan seksual dikarenakan adanya stimulasi yang cukup kuat di titik peka luar dan dalam organ intim.
“Itu biasanya karena momen stimulasi cukup kuat secara bersamaan pada titik peka yang berada di dalam dan di luar organ intim perempuan,” jelas Zoya Amirin.
Cairan orgasme berbeda dengan cairan kencing. Cairan orgasme ini tidak memiliki bau pesing.
Baca Juga: Rombongan Umrah Indonesia Kecelakaan saat Menuju Mekkah 2 Orang Meninggal Dunia
“Tapi tidak berbau pesing, gitu,” kata dia.
Bagi sebagian perempuan, mengalami orgasme dengan dibanjiri oleh cairan kenikmatan adalah pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan dalam hidup.
Meski demikian, ternyata perempuan Indonesia masih banyak yang merasa malu ketika momen tersebut dialami oleh dirinya.
Selanjutnya, Zoya Amirin mengajak kepada para perempuan untuk dapat lebih menimati saat melakukan hubungan seksual bersama pasangan.
Ada tiga tujuan berhubungan seksual bersama pasangan yaitu, untuk membuahi pasangan, bersenang-senang bersama pasangan dan menjalin cinta bersama pasangan.
“Tujuan bermain cinta itu kan ada tiga, selain untuk reproduksi juga untuk rekreasi atau enak-enak bareng. Sementara yang ketiga adalah relasi seperti menjalin cinta dan kehangatan,” terang Zoya Amirin. (*)