SuaraCianjur.id - Ada dugaan alat perekam laser yang membuat eks ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer merasa terancam saat Bareskrim melakukan pemeriksaan kepadanya.
Ada dugaan alat perekam laser itu, terkuak saat Romer dihadirkan dalam sidang sebagai saksi untuk terdakwa Bharada E atau Richard Eliezer, yang di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Saat Romer diperiksa di Bareskrim, Ronny Talapessy kuasa hukum Bharada E menanyakan kepadanya soal penyidik yang memeriksa Romer, menanyakan soal dugaan ada dugaan alat perekam laser tersebut.
"Setelah itu yang periksa itu berbicara kamu bawa alat perekam ya?" tanya Ronny.
Romer menjawab dengan kalimat penyidik yang memeriksanya saat di Bareskrim, soal ada dugaan alat perekam laser.
"Siap tidak 'Apa itu yang merah di badan kamu seperti laser'. Terus dimatikan lampunya sama bapak itu langsung dicabut," jawab Romer, menirukan.
Kepada Ronny, Romer mengaku terancam saat ia diperiksa dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Selain mengaku terancam, Romer juga mengaku takut.
"Yang saya mau tanyakan, apa yang membuat saksi takut dan merasa terancam, sudah mengikuti skenario tembak-menembak?" tanya Ronny.
"Siap takut," jawab Romer.
Baca Juga: Warga Purwakarta Cek Ramalan Cuaca Selasa 1 November 2022
"Waktu saudara saksi di BAP pernah tidak merasa terancam?" tanya Ronny lagi.
"Terancam," jawab Romer.(*)
Sumber : Suara.com
Artikel ini telah tayang di Suara.com, dengan judul : Eks Ajudan Ngaku Takut dengan Ferdy Sambo dan Merasa Terancam Usai Brigadir J Tewas