Beginilah Pengakuan Cerita Bom Bali Pertama dari Mulut Ali Imron

Suara Cianjur | Suara.com

Minggu, 13 November 2022 | 13:55 WIB
Beginilah Pengakuan Cerita Bom Bali Pertama dari Mulut Ali Imron
Beginilah Pengakuan Cerita Bom Bali Pertama dari Mulut Ali Imron

SuaraCianjur.id - Ali Imron pelaku teroris bom Bali 1 yang terjadi tahun 2002 menceritakan awal terjadi bom Bali 1. 

Ia mengungkap, tujuan pengeboman di Bali kala itu, hanya untuk memperingati penyerangan ke Afganistan, pasca runtuhnya Gedung WTC di Amerika Serikat. 


“Bali itu tujuannya adalah karena menyerang afganistan pasca runtuhanya wtc tahun 2001,” ungkap Ali Imron, di kanal YouTube DamaliahRI, yang dikutip pada Minggu (13/111/2022).


Ternyata Bali dipilih komplotan teroris ini, karena mempunyai satu alasan. Alasan tersebut karena di Bali banyak terdapat orang Amerika dan sekutunya.

Bom Bali [ANTARA/Genta Tenri Mawangi]
Bom Bali (sumber: ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

“Karena ingin membalas Amerika, dan bule yang paling banyak di Bali. Itu sudah dipikirkan karena di Bali ini ada bule Amerika dan sekutunya,” ungkapnya. 

Ali Imron mengatakan, ia dan rekan sesamanya yang telah ditembak mati beberapa waktu lalu, punya alasan tidak memilih Kedutaan besar Amerika. 


Ia meyebutkan saat itu, tidaklah memungkinkan untuk menyerang Kedubes Amerika. Pasalnya mereka menyebut keamanan di Kedubes sudah diperketat.

Pengeboman di Bali, sempat ditentang oleh Ali Imron. Pasalnya ia miliki pemahanan yang berbeda dengan rekan-rekannya yang lain. 

“Saya pernah sampaikan, kalau serang Afganistan, kita serang tentaranya (Amerika) yaitu kapal perangnnya yang bisa kita songgong di Indonesia. Saya dari situ sudah bertentangan,” katanya.

Ali Imron menceritakan bom Bali 1 dipimpin oleh Imam Samudera. Rencananya bom tersebut akan diledakan pada 11 Oktober 2002. Namun karena permaslahan waktu yang dianggap kurang cukup, bom tersebut akhirnya diledakan pada 12 Oktober 2002.

“Waktu itu enggak ada perencanaan. Kalau disebut direncakan itu ngarang-ngarang saja,” ungkapnya. 

Ali menyebut untuk menyeludupkan bom, ia dan teman-temannya membawa bahanmentah dari Surayaba. Seeteah itu mereka merakit bom tersebut di kawasan Denpasar. 

Ada hal yang lainnya turut ditentang oleh Ali Imron. Ia mengaku tidak setuju dengan bom bunuh diri. Hal itu sempat menjadi pertentangan antara Ali Imron dan Imam Samudera yang mengharuskan ada bom bunuh diri. 


“Saya, Umar Patek, Dulmatin berselisih pendapat. KIta bisa saja pakai timer (pada bom). Namun Imam Samudera menyebutkan harus ada martir karena bisa memberikan ketakutan tambahan pada (orang) yang kita anggap musuh,” pungkasnya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ada Belasan Buku yang Disita Pasukan Anti Teror Densus 88 dan CD Berjudul Perjalanan Gerakan Jihad

Ada Belasan Buku yang Disita Pasukan Anti Teror Densus 88 dan CD Berjudul Perjalanan Gerakan Jihad

| Minggu, 13 November 2022 | 12:25 WIB

Densus 88 Geledah Rumah di Metro, Sita Buku dan Kaset Jihad

Densus 88 Geledah Rumah di Metro, Sita Buku dan Kaset Jihad

Lampung | Minggu, 13 November 2022 | 11:19 WIB

Dunia Hari Ini: Aksi Penusukan Terduga Teroris di Belgia, Seorang Polisi Tewas

Dunia Hari Ini: Aksi Penusukan Terduga Teroris di Belgia, Seorang Polisi Tewas

News | Jum'at, 11 November 2022 | 10:47 WIB

Terkini

Apakah Organisasi Muhammadiyah Membolehkan Ziarah Kubur?

Apakah Organisasi Muhammadiyah Membolehkan Ziarah Kubur?

Sulsel | Senin, 23 Maret 2026 | 06:30 WIB

Ukuran Monster di Troll 2 Tambah Gede, tapi Ceritanya Kok Jadi Jinak?

Ukuran Monster di Troll 2 Tambah Gede, tapi Ceritanya Kok Jadi Jinak?

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 06:22 WIB

Kata-kata Marc Klok Usai Tak Tembus Skuad Final Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Kata-kata Marc Klok Usai Tak Tembus Skuad Final Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 06:16 WIB

Elkan Baggott Tiba di Jakarta Jelang Bela Timnas Indonesia

Elkan Baggott Tiba di Jakarta Jelang Bela Timnas Indonesia

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 06:00 WIB

Manchester City Juara Carabao Cup Usai Tumbangkan Arsenal 2-0

Manchester City Juara Carabao Cup Usai Tumbangkan Arsenal 2-0

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 05:33 WIB

Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri

Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri

Sumut | Senin, 23 Maret 2026 | 01:24 WIB

'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?

'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?

Jakarta | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:52 WIB

THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?

THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?

Jakarta | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:38 WIB

Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026

Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026

Jabar | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:30 WIB

Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?

Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?

Lampung | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:25 WIB