SuaraCianjur.id - Pasukan Anti Teror Mabes Polri Densus 88, kemarin ini lakukan penggeledahan di Jalan Kucing, RT 42 RW 07 Kelurahan Purwosari Kecamatan Metro Utara, Lampung.
Penggeledahan tersebut, merupakan kali kedua dilakukan Densus 88. Dalam penggeledahan ini, Densus 88 amakan sejumlah barang bukti termasuk belasan buku.
Buku yang disita antara lain berjudul Dinasti Abbasiyah karya Yusuf Al-‘Isy dan buku Ar-Risalah berbagai edisi.
![Densus 88 geledah rumah di Metro [Lampungpro.co]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/11/13/1-densus-88-geledah-rumah-di-metro.jpg)
Densus 88 juga mengamankan dua disk dengan cover yang bertulisakan perjalanan gerakan Jihad.
"Iya benar ada penggeledahan, tapi kami hanya mendampingi saja. Terkait detail teknisnya, kami tidak bisa menjawabnya, bisa ke Mabes Polri langsung," kata AKBP Yuni Iswandari, Kapolres Metro.
Dilansir dari suaralampung.id, seorang warga yang enggan disebut namanya, mengatakan jika rumah yang digeledah satua polisi berlambang burung hantu itu, sudah pernah dilakukan penggeledahan satu tahun kemarin.
"Saya kurang tahu kasusnya apa, tapi setahu saya di daerah sini, ini yang kedua. Tahun kemarin pernah digeledah," kata warga.
Rumah tersebut diketahui milik seseorang berinisial TI. TI disebut-sebut sebagai terduga teroris.
![Penggerebekan Tim Densus 88 di Sumenep Madura [Foto: Beritajatim]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/11/13/1-penggerebekan-tim-densus-88-di-sumenep-madura.jpg)
Sebelum penggeledahan ini, pada dua pekan lalu Densus 88 menangkap tiga orang yang diduga terlibat jaringan teroris di Sumenep, Jawa Timur.
Baca Juga: Beredar Kabar Farel Prayoga Meninggal Dunia, Benarkah?
Dari pengankapan itu, Densus lakukan penggeledahan gudang di kawasan pergudangan Margomulyo Permai Surabaya, Rabu (2/11/2022) siang.
Dari penggeledahan tersebut, Densus amankan handphone yang diduga barang bukti milik pekerja terduga teroris itu, seperti yang dilansir dari suarapurwokerto.id.
Namun belum dapat disimpulkan penggelahan di Lampung apakah berkaitan dengan penangkapan tiga terduga teroris di Sumenep yang diamankan terlebih dahulu. (*)