"Itu bukan tentang membuat pernyataan politik. Hak asasi manusia tidak dapat dinegosiasikan. Itu harus diterima begitu saja, tetapi tetap tidak demikian. Itulah mengapa pesan ini sangat penting bagi kami," jelas federasi sepak bola Jerman (DFB) di Twitter.
"Menolak ban kapten sama dengan menolak suara kami. Kami berdiri di posisi kami,” lanjutnya.
Jerman adalah salah satu negara yang akan menggunakan ban kapten OneLove. Selain itu ada juga Timnas Inggris, Wales, Belgia, Denmark, Belanda, dan Swiss.
Kemudian FIFA membuat kampanye sendiri dengan kalimat 'No Discrimination', yang akan digunakan ketika perempat final dimulai.
Para kapten tim diberikan izin menggunakan ban lengan 'No Discrimination'.
"Kami ingin menggunakan ban kapten kami, untuk mempertahankan nilai-nilai yang kami anut di tim nasional Jerman: keberagaman dan saling menghormati," jelas DFB.
"Bersama dengan negara lain, kami ingin suara kami didengar. FIFA melarang kami menggunakan simbol keragaman dan hak asasi manusia," ucap direktur media DFB Steffen Simon.
"Mereka menggabungkan ini dengan ancaman besar sanksi olahraga tanpa menyebutkannya. DFB sedang memeriksa apakah tindakan FIFA ini legal,” jelasnya lagi. (*)
Sumber: Suara.com / BBC
Baca Juga: Saat Denise Chariesta Mencoba Beritahu soal Kehamilannya, Ternyata RD...