SuaraCianjur.id- Metode pemberian trauma healing kepada para korban bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terus dilakukan.
Para Polwan diturunkan supaya menghibur anak-anak yang truma dengan kejadian guncangan gempa di hari Senin (21/11) lalu.
Tim SAR gabungan hingga kini masih terus memberikan bantuan dan melakukan proses evakuasi, kepada para korban yang maish hilang.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, menjelaskan metode trauma healing dilakukan di beberapa titik pengungsian, korban gempa Cianjur.
Termasuk di Lapangan Sepak Bola Binaraga, Kampung Panyaweuyan, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
"Kegiatan trauma healing ini diselenggarakan atas kerjasama Biro Psikologi SSDM Polri, Korbrimob Polri, Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jabar, Bhabinkamtibmas Polres Cianjur dan Unicef," terang Irjen Dedi dalam keterangan tertulis dari Polda Jawa Baratyang diterima cianjur.suara.com, Minggu (27/11/2022).
Sasaran yang dilakukan ditujukan kepada 40 anak-anak dan 33 para ibu yang menderita trauma.
Berbagai hiburan dan cara untuk mengembalikan senyuman mereka akibat dirundung duka bencana gempa.
![Pemberina Trauma Healing oleh seorang Polwan kepada anak-anaka yang menjadi korban gempa Cianjur di tempa pengungsian. [Foto: Dok Humas Polda Jawa Barat]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/11/27/1-pemberina-trauma-healing-oleh-seorang-polwan-kepada-anak-anaka-yang-menjadi-korban-gempa-cianjur-di-tempa-pengungsian.jpeg)
Metode yang digunakan kata Irjen Pol Dedi adaah bermain, bernyanyi, hingga makan bersama anak-anak.
Baca Juga: Begini Cara Penyaluran Bantuan Bagi Korban Gempa Cianjur yang Berada di Wilayah Pelosok Terisolir
Termasuk metode relaksasi, mindful activity, konseling individu dan konseling kelompok bagi orang tua khususnya para ibu.
"Para anak-anak dan ibu-ibu terlihat bahagia dan hal ini untuk mengobati trauma para pengungsi pasca gempa," ungkap Irjen Dedi.
Beberapa bantuan yang dibutuhkan para korban di pengungsian juga diberikan, terutama dalam kebutuhan konsumsi makanan. (*)