SuaraCianjur.id- Mantan sopir dan asisten rumah Ferdy Sambo sekaligus terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat bernama Kuat Maruf seperti membela majikannya.
Kuat Maruf mengaku kalau dirinya melihat Bharada E alias Richard Eliezer beberapa kali sempat menembak Brigadir J, meskipun saat itu kondisinya sudah terkapar bersimbah darah.
Kuat Maruf menyampaiak hal itu ketika bersaksi dalam persidangan dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/12) kemarin.
Mendapatkan cecaran dari Febri Diansyah sebagai kuasa hukum Putri Candrawathi, Kuat Maruf ditanya soal Bharada E yang menembak Brigadir J.
Febri bertanya kepada Kuat Maruf apakah dirinya melihat Bharada E menembak Briagdir J berulang kali. Kemudian Kuat menimpali dengan menjawab secara singkat.
"Melihat," kata Kuat, dikutip dari Suara.com, Rabu (14/12/2022).
Febri juga lnatas bertanya kepada Kuat Maruf yang melihat Brigadir J tergeletak pasca dihujam peluru oleh Bharada E.
Kuat mengatakan kalau Bharada E menembak Brigadir J dalam posisi berjalan.
"Betul. Nembaknya sambil jalan setelah itu tengkurap Yosua," ucap Kuat Maruf.
Kemudian Febri mencecar Kuat Maruf terkait dengan Bharada E yang terus menembak Brigadir J kendati sudah tergeletak.
"Seingat saya iya," kata Kuat.
"Saya bisa tegaskan ya berarti saudara melihat Richard menembak Yosua setelah Yosua jatuh tengkurap?" tanya Febri.
"Betul," jawab Kuat.
![Terdakwa Bharada E alias Richard Eliezer [Foto: Suara.com - Yosea Arga]](https://media.suara.com/suara-partners/cianjur/thumbs/1200x675/2022/12/14/1-terdakwa-richard-eliezer-atau-bharada-e-menyebut-kesaksian-ferdy-sambo-dalam-sidang-hari-ini-rabu-7122022-banyak-yang-salah-suaracomyosea-arga.jpg)
Sebelumnya kalau Ferdy Sambo mengatakan kalau dirinya akan bertanggung jawab bila Bharada E mengasrtikan kalimat ‘Hajar, Cad’ sebagai perintah menembak terhadap Brigadir J.
“Kalaulah saksi menyampaikan bahwa saya minta menghajar kemudian saksi melakukan atau menerjemahkan itu perintah penembakan dari saya, saya akan bertanggung jawab,” ucap suami Putri Candrawathi ketika menanggapi kesaksian Bharada E.