SuaraCianjur.id - Masjidil Haram yang terletak di Kota Mekkah, merupakan salah satu tempat suci bagi umat islam dunia. Di dalamnya terdapat bangunan Ka’bah yang merupakan episentrum peribadahan umat islam di Dunia. Setiap takbir sampai sujud, semuanya mengarah kepada Ka’bah.
Selain itu, Ka’bah juga adalah tempat dimana umat islam dapat memparipurnakan ibadahnya, yaitu dengan Umroh dan Haji. Setiap tahunnya, jutaan manusia dari seluruh penjuru dunia berbondong-bondong datang untuk melaksanakan ibadah Umroh dan Haji.
Dengan banyaknya manusia yang berdatangan, menyebabkan Mekkah memiliki daya tarik tersendiri, khusunya terkait dengan ekonomi. Dengan banyaknya orang serta aktifitas yang beragam, tentu transaksi yang dihasilkan pada setiap harinya tentu jumlahnya tidak sedikit.
Hal ini menyebabkan banyak juga orang yang datang ke Mekkah, bukan untuk melaksanakan ibadah Umroh dan Haji, tapi untuk mengadu nasib, meraup pundi-pundi uang. Heterogenitas latar belakang negara, suku, dan budaya yang berbeda, bersatu mewarnai satu tempat.
Meski demikian, hal ini harus menjadi kewaspadaan, khususnya bagi jamaah Umroh dan Haji dari Indonesia, utamanya perempuan saat berpergian sendirian. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Alman dan Irlan dalam akun Youtube @BicaraKehidupan.
“saya dan kang Irlan menghimbau agar para jamaah berhati-hati saat bepergian” ungkapnya.
Irlan juga menambahkan bahwa saat akan menggunakan taksi saat bepergian, harus berhati-hati dengan bertanya harga ongkosnya terlebih dahulu.
“Naik taksi di Kota Mekkah harus bertanya ongkosnya dulu. Takutnya, diajak muter-muter sehingga bayarannya jadi tinggi” tambah Irlan.
Meski demikian, kondisi ini bukan berarti Kota Mekkah adalah kota yang tidak aman dan mengganggu kesakralan pelaksanaan Ibadah Umroh dan Haji.
Baca Juga: Bolehkah Sholat Dhuha Tidak Membaca Surat Ad Dhuha?
“Kewaspadaan ini bukan dalam arti Mekkah adalah Kota yang tidak aman, tapi ini adalah langkah untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan” pungkas Irlan. (*)