SuaraCianjur.id - Warga Tionghoa kembali merayakan tahun baru Imlek 23 Januari 2023 mendatang. Tahun Baru Imlek 2023 yang juga disebut 'Tahun Kelinci' ini rupanya memiliki serangkaian tradisi yang menarik.
Ada sejumlah tradisi unik yang biasanya mewarnai perayaan Imlek, mulai dari jenis makanan hingga kegiatan budaya lainnya.
Selain itu, ada pula sejumlah pantangan atau hal-hal bersifat tabu untuk dilakukan, dibeli, maupun dimakan saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Selain pantangan pada tangga 1, ada pula beberapa pantangan yang tidak boleh dilakukan sepanjang musim Imlek, yaitu dari tanggal 1 hingga tanggal 15 tahun baru Imlek.
Melansir China Highlights, berikut adalah pantangan saat perayaan Imlek.
1. Makan bubur
Bubur tidak boleh dimakan saat perayaan Imlek. Oleh karena itu, hampir dipastikan tidak akan ada bubur yang tersaji di meja makan orang Tionghoa saat perayaan Imlek.
Hal ini dikarenakan Warga Tionghoa meyakini bubur dianggap dapat menghalangi rezeki dan mendatangkan kemiskinan.
2. Mencuci dan keramas
Warga Tionghoa tidak mencuci baju pada hari pertama dan kedua Imlek. Pantangan ini berkaitan dengan hari ulang tahun Shuishen atau Dewa Air yang berlangsung pada hari tersebut.
Orang Tionghoa juga pantang berkeramas pada saat hari pertama perayaan Imlek. Dalam bahasa China, rambut memiliki pengucapan dan karakter yang sama dengan fa di dalam facai, yang memiliki makna "untuk menjadi kaya".
Keramas merupakan simbol menghapus atau mengurangi keberuntungan sepanjang tahun berikutnya.
3. Menjahit
Penggunaan pisau ataupun gunting dihindari karena dianggap dapat memicu kemalangan ataupun kejadian yang tidak diinginkan.
Oleh karena itu, menjahit atau melakukan aktivitas dengan benda tajam seperti pisau dan gunting umumnya dihindari saat perayaan Imlek.