SuaraCianjur.id - Ketika mendengar film Kingdom Of Heaven, tentu ingatan kita akan sampai pada scene desingan pedang yang saling beradu dalam teriknya padang tandus. Yap, film ini mengisahkan tentang persaingan antara dua kekuatan besar berbasis agama yang memperebutkan wilayah Yarussalem, kota suci bagi dua agama, Islam dan Kristen.
Film ini menyajikan konflik yang sarat akan emosi, dengan plot utama Balian de Ibelin yang terpaksa masuk dalam pusaran konflik besar antara Kerajaan Muslim dan Kerajaan Kristen. Balian memiliki tugas berat untuk menjaga keharmonisan yang telah disepakati oleh Saladin dari Kerajaan Muslim dan Raja Baldwin dari Kerajaan Kristen.
Yang lebih menarik adalah adanya upaya untuk menghancurkan keharmonisan ini demi satu kepentingan, yaitu kekuasaan, yang dilakukan oleh antagonis utama, Guy de Lusignan.
Hasrat berkuasa dari Guy de Lusignan menghadirkan konflik politik yang lebih menarik. Guy kembali memantik konflik dengan membunuh adik perempuan Saladin, dengan beberapa warga dan utusan Saladin.
Film ini berakhir dengan terbunuhnya Guy de Lusignan, kemudian Balian menyerahkan Yaruassalem ke tangan Saladin. Meski demikian, dipenghujung film, kita diberikan teka teki, apakah peperangan benar-benar usai ? atau hanya ilusi kedamaian semata.
Konflik politik, peperangan, keringat, darah, pedang, baju zirah, adalah beberapa daya tarik dari film ini. Bagi yang belum nonton, film ini harus masuk ke dalam list wajib tonton. Bagi yang sudah, rasanya tidak cukup jika hanya menonton satu kali film ini. (*)