SuaraCianjur.id - Ketua Komisi Nasional Haji dan Umrah (Komnas Haji) Mustolih Siradj menanggapi terkait alasan naiknya biaya haji 2023 berdasarkan usulan Kementerian Agama (Kemenag).
Mustolih menyebut, langkah yang diambil Kemenag tersebut demi kebaikan dan keberlangsungan keuangan haji.
"Kenaikan biaya haji sulit dihindari karena dipicu oleh kenaikan berbagai komponen kebutuhan, baik itu di Tanah Air maupun di Arab Saudi sana," ujar Mustolih dilansir SuaraCianjur.id dari Antara, Minggu (22/1/2023).
Mustolih mengungkapkan kenaikan biaya haji sukar diatasi jika dibandingkan dengan patokan biaya sebelum pandemi Covid pada 2019 lalu.
Dia menegaskan perlu ada penyesuaian biaya dengan realita di lapangan.
"Biaya angkutan udara karena avturnya juga naik, hotel, pemondokan, transportasi darat, katering, obat-obatan, alkes dan sebagainya, belum lagi pengaruh inflasi, sehingga biaya haji mesti beradaptasi atas situasi tersebut," kata dia.
Mustolih menambahkan,Rancangan BPIH yang diusulkan Kemenag merupakan upaya penyeimbangan, keberlangsungan, dan kesehatan keuangan.
Selama ini, imbuhnya, subsidi biaya haji yang ditopang dana imbal hasil kelolaan keuangan haji terlalu besar.
Sebelumnya, usulan kenaikan biaya haji itu disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR, Kamis (19/1/2023).
Baca Juga: Pencernaan Bermasalah? Ini Ramuan Penawarnya dari Dr Zaidul Akbar, Simpel Hanya 4 Bahan
Dalam raker tersebut, Yaqut mengusulkan beban biaya haji yang ditanggung jemaah sebesar Rp 69 juta, naik Rp 39,8 juta dari biaya haji 2022. (*)