SuaraCianjur.id - Apa itu Love Bombing? waspadai bentuk manipulasi cinta ini yang kini tengah marak terjadi dalam hubungan asmara.
Love Bombing itu adalah sebuah manipulasi di mana seorang individu memberikan perhatian, hadiah, pujian, kasih sayang dengan intens.
Hal tersebut dilakukan dengan tujuan saat korbannya lengah, trik manipulasinya bisa masuk. Jadi, Love Bombing itu dilakukan oleh individu yang tidak honest atau tidak jujur.
Adapun Love Bombing ini merupakan fenomena yang harus diwaspadai. Hal ini karena para pelaku kekerasan maupun pengidap gangguan kepribadian kerap melancarkan Love Bombing pada targetnya agar ia mendapatkan apa yang diinginkannya.
Selain itu, anda juga bisa saja terjebak dalam hubungan toxic dan abusive yang dapat menganggu keseharian dan mental anda selama menjalaninya.
Lantas, bagaimana cara menghindari atau membedakan perilaku Love Bombing?
Seksolog Zoya Amirin membeberkan tips menghindari perangkap Love Bombing tersebut.
Dikutip SuaraCianjur.id dari kanal Instagram @zoyaamirin, Zoya menyarankan kepada pasangan yang belum menikah agar tidak terburu-buru mengambil keputusan untuk mengesahkan hubungannya.
"Makanya kita perlu banget waktu untuk mengenal seseorang. Jangan pernah cepet-cepet memutuskan untuk menikah di bawah waktu 6 bulan. Idealnya, ambil waktu 1 atau 1,5 tahun," ungkap Zoya Amirin, Rabu (15/2/2023).
Zoya mengungkapkan bisa saja pelaku Love Bombing ini mengidap gangguan kepribadian narsistik atau hendak memanipulasi targetnya.
"Kadang kita nggak tahu apakah orang yang memberikan Love Bombing ini hanya manipulasi aja, atau menggerikannya lagi Love Bombing ini diberikan oleh orang yang memiliki gangguan kepribadian narsistik," ungkapnya.
Salah satu ciri red flag atau lampu merah bagi pasangan anda adalah amati perilakunya. Bila ia kasar terhadap orang atau benda di sekitarnya, bisa jadi itu merupakan tanda anda harus lepas dari hubungan tersebut sesegera mungkin.
"Dia kasar nggak sama pelayan? Secara verbal kasar nggak? Kalau berantem, dia mungkin nggak mukul kamu, tapi melempar barang-barang di sekitar kamu, itu red flag," sebut Zoya.
"Kamu berantem sama dia, kamu bilang nggak dipukul sama dia. Iya kamu nggak dipukul, tapi barang-barang di sekitar kamu hancur berantakan, itu sudah masuk red flag," tandasnya. (*)