Menikmati Bali Lewat Seni yang Bicara tentang Semesta dan Jiwa

Vania Rossa

Jum'at, 06 Februari 2026 | 06:20 WIB
Menikmati Bali Lewat Seni yang Bicara tentang Semesta dan Jiwa
Pameran eksklusif karya Made Wianta. (Dok. The Apurva Kempinski)
baca 10 detik
  • Pameran "Gallery of Art: Wianta & Legacy" menampilkan seri legendaris Mandala karya mendiang Made Wianta di Bali pada Januari 2026.
  • Made Wianta, maestro Bali yang mendunia, menerjemahkan filosofi kuno Pangider-ider menjadi bahasa visual modern yang kontemplatif.
  • Pembukaan pameran dimeriahkan penampilan tari kontemporer yang terinspirasi Mandala, menghadirkan dialog antara tradisi dan modernitas.

Suara.com - Bali tak pernah kehabisan cara untuk memikat hati. Bukan hanya lewat pantai dan lanskap tropisnya, tapi juga melalui seni yang menyentuh sisi paling sunyi dalam diri manusia. Awal tahun 2026, The Apurva Kempinski Bali menghadirkan pengalaman budaya yang istimewa lewat pameran eksklusif “Gallery of Art: Wianta & Legacy”, yang menampilkan seri legendaris Mandala karya mendiang maestro seni Bali, Made Wianta.

Digelar di Pendopo Lobby mulai 23 Januari 2026, pameran ini menjadi momen bersejarah. Untuk pertama kalinya, koleksi lengkap seri geometris Mandala diperlihatkan kepada publik dalam satu ruang utuh — menghadirkan kesempatan langka untuk menyelami semesta visual yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan artistik sang maestro.

Saat Mandala Menjadi Bahasa Semesta

Dalam tangan Made Wianta, Mandala bukan sekadar simbol spiritual. Ia menjelma menjadi peta harmoni kosmis — ruang tempat garis, titik, warna, dan bentuk bertemu dalam ritme yang terasa hidup. Terinspirasi dari konsep Bali kuno Pangider-ider, yang menggambarkan sembilan penjuru mata angin dengan energi para dewa penjaganya, Wianta menerjemahkannya ke dalam bahasa visual modern yang berani dan kontemplatif.

Bentuk melingkar yang mendominasi seri ini seolah mengajak pengamat berhenti sejenak. Ada keseimbangan antara semesta di luar diri dan ketenangan di dalam jiwa. Pengalaman melihat karya-karya ini bukan hanya visual, tetapi juga emosional — seperti diajak berdialog tanpa kata dengan alam dan diri sendiri.

Jejak Global, Akar yang Tetap Bali

Lahir di Tabanan pada 1949, Made Wianta dikenal sebagai sosok yang membawa seni rupa Bali melangkah ke ranah kontemporer dunia. Ia pernah menetap di Brussel pada pertengahan 1970-an, menyerap dinamika seni modern Eropa, lalu meramunya dengan kedalaman filosofi lokal, musik karawitan Bali, serta estetika wayang klasik.

Perjalanannya membawanya ke panggung internasional, termasuk mewakili Indonesia di Venice Biennale 2003. Namun, sejauh apa pun langkahnya, karya Wianta selalu kembali pada satu hal yang esensial: hubungan manusia dengan alam semesta dan pencarian keseimbangan hidup.

Pembukaan yang Penuh Rasa

baca juga

Peluncuran pameran ini juga menjadi peristiwa yang sarat makna emosional. Intan Kirana Wianta, istri mendiang Made Wianta, hadir berbagi cerita tentang perjalanan kreatif sang maestro, didampingi kedua putri mereka. Sosok Intan bukan hanya pendamping hidup, tetapi juga pilar intelektual dan emosional dalam perjalanan panjang seni Wianta.

Suasana pembukaan semakin hidup lewat pertunjukan tari kontemporer dari koreografer Bali, Ayu Anantha. Terinspirasi dari Mandala, ia menghadirkan dialog antara tubuh penari dan energi visual karya Wianta. Lewat konsep Sangkara, tarian ini menjembatani masa lalu dan masa kini — tradisi dan ekspresi modern bergerak dalam satu napas yang sama.

Bagi The Apurva Kempinski Bali, menghadirkan pameran ini adalah bagian dari komitmen merayakan kekayaan budaya Indonesia dalam pengalaman para tamu. Di tengah meningkatnya minat wisatawan pada pengalaman yang lebih bermakna, seni menjadi jembatan yang menghadirkan kedalaman, bukan sekadar kemewahan visual.

Melalui seri Mandala, pengunjung tidak hanya melihat karya seni, tetapi juga diajak merasakan filosofi tentang keseimbangan, keterhubungan, dan harmoni — nilai-nilai yang terasa relevan di dunia yang bergerak begitu cepat hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Disebut 902 Kali dalam Epstein Files, Ada Jejak Skandal di RI?

Indonesia Disebut 902 Kali dalam Epstein Files, Ada Jejak Skandal di RI?

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 20:40 WIB

6 Karya Seni Aneh Koleksi Jeffrey Epstein, Dilelang dengan Harga Fantastis

6 Karya Seni Aneh Koleksi Jeffrey Epstein, Dilelang dengan Harga Fantastis

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:58 WIB

Atasi Sampah di Bali, Menpar Widyanti Siap Jalankan Gerakan Indonesia Asri Arahan Prabowo

Atasi Sampah di Bali, Menpar Widyanti Siap Jalankan Gerakan Indonesia Asri Arahan Prabowo

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 19:07 WIB

Terkini

Panduan Susunan Upacara Bendera 17 Agustus di Sekolah Lengkap dari Awal sampai Akhir

Panduan Susunan Upacara Bendera 17 Agustus di Sekolah Lengkap dari Awal sampai Akhir

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Dipimpin Hakim Richard Edwin Basoeki, Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 dan Agustus

Dipimpin Hakim Richard Edwin Basoeki, Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 dan Agustus

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:47 WIB

Seberapa Oke Mobil Listrik Jaecoo J5 EV? Intip Kata Pakar

Seberapa Oke Mobil Listrik Jaecoo J5 EV? Intip Kata Pakar

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:44 WIB

Riset Terbaru Ungkap Manfaat Sistem Kerja Hybrid bagi Karyawan saat Musim Libur Sekolah

Riset Terbaru Ungkap Manfaat Sistem Kerja Hybrid bagi Karyawan saat Musim Libur Sekolah

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:42 WIB

Listrik Baru Menyala Setelah Padam? Jangan Langsung Tenang, Ini Barang Elektronik Paling Rawan Rusak

Listrik Baru Menyala Setelah Padam? Jangan Langsung Tenang, Ini Barang Elektronik Paling Rawan Rusak

Sumut | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:41 WIB

Bukan di Dalam Museum, Ini "Sekolah" Budaya Paling Nyata di Ujung Timur Jawa

Bukan di Dalam Museum, Ini "Sekolah" Budaya Paling Nyata di Ujung Timur Jawa

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:41 WIB

Budget Pas-pasan? Ini 20 Ide Hadiah 17 Agustus yang Murah, Unik, dan Pasti Terpakai!

Budget Pas-pasan? Ini 20 Ide Hadiah 17 Agustus yang Murah, Unik, dan Pasti Terpakai!

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:40 WIB

Shin Tae-yong Pusing! Persija Langsung Hadapi Borneo FC dan Persib di Dua Laga Awal Super League

Shin Tae-yong Pusing! Persija Langsung Hadapi Borneo FC dan Persib di Dua Laga Awal Super League

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:38 WIB

Menhut Raja Juli Belum Kembalikan Semua Uang Amplop dari Suhardiman Amby

Menhut Raja Juli Belum Kembalikan Semua Uang Amplop dari Suhardiman Amby

Riau | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Chatib Basri Disebut Bakal Jadi Gubernur PFII, Menkeu Purbaya Buka Suara

Chatib Basri Disebut Bakal Jadi Gubernur PFII, Menkeu Purbaya Buka Suara

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:31 WIB

×