SuaraCianjur.id - Ketika seorang perempuan telah memutuskan untuk menikah dan memiliki anak, banyak diantara mereka yang memilih untuk berhenti dan mundur dari pekerjaannya.
Hal ini dibuktikan dari riset yang telah dilakukan oleh lembaga Australia Indonesia Partnership for Economic Governance (AIPEG) pada tahun 2016. Berdasarkan temuan dari data riset tersebut, terdapat 1,7 dari 11 juta wanita usia 20-24 tahun yang berhenti bekerja karena menikah dan punya anak.
Namun menurut Satu Kahkonen yang merupakan kepala perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, hal tersebut dapat teratasi dengan terciptanya sistem kerja yang fleksibel atau hibrida.
"Dengan membuat pilihan kerja yang fleksibel, seperti kerja hibrida dengan tanpa mengorbankan produktifitas," ungkap Satu Kahkonen, dikutip cianjur.suara.com dari laman suara.com, Jumat (17/2/2023).
Selain itu, beliau juga menyoroti pentingnya sarana pendukung seperti fasilitas pengasuhan anak agar dapat lebih berkembang dan terjangkau, untuk membantu wanita yang ingin bekerja.
Karena sampai saat ini jumlah wanita yang bekerja, jadi pengusaha, dan pimpinan masih sangat sedikit. Oleh karena itu, pihak Satu Kahkonen mendukung terciptanya ekosistem kerja yang baik untuk wanita.
"Pada posisi manajemen senior hanya 30 persen yang perempuan, lima persen di jajaran pimpinan perusahaan, dan hanya 16 persen yang memiliki ussaha kecil dan menengah," ujar beliau.
Sementara itu, berdasarkan survei yang dilakukan oleh ILO kepada perusahaan yang ada di Indonesia menunukkan bahwa 77 persen perusahaan setuju bila keragaman gender dapat meningkatkan kerja bisnis perusahaan.
Hal tersebut membuktikan bahwa, dengan adanya figur wanita yang bekerja dan mempromosikan sebuah perusahaan dapat menimbulkan dampak positif dalam industri tersebut.
Baca Juga: Nenek Meninggal dan Kini Ibunya Sakit, Raffi Ahmad Janji Bakal Lebih Perhatian ke Amy Qanita
"Jadi mempekerjakan dan mempromosikan perempuan tidak hanya masuk akal secara ekonomi, tetapi masuk akal juga secara bisnis," jelas Satu Kahkonen.
Maka dari itu, ia meminta kepada pemerintah dan pengusaha agar dapat menyediakan lingkungan kerja yang memadai bagai kaum wanita.
Sumber: suara.com