Bank Dunia: Gempa Turki Membuat Kerugian Fisik Capai Rp. 519 Triliun

Suara Cianjur | Suara.com

Kamis, 02 Maret 2023 | 09:13 WIB
Bank Dunia: Gempa Turki Membuat Kerugian Fisik Capai Rp. 519 Triliun
Reruntuhan akibat Gempa Turki (AFP/Can Erok)

SuaraCianjur.Id- Menurut laporan Bank Dunia yang melaporkan kerusakan akibat bencana gempa bumi yang terjadi bulan lalu di Turki, biaya rekonstruksi dan pemulihan dapat melampaui 68 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.036.374.400.000.000.

Bencana tersebut menyebabkan kematian sekitar 50.000 orang dan merusak lebih dari 105.000 bangunan.

Bank Dunia juga menyatakan bahwa kerugian langsung akibat kerusakan fisik mencapai 34,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp519.037.200.000.000, setara dengan 4 persen dari produk domestik bruto Turki pada tahun 2021.

Namun, perkiraan tersebut tidak memperhitungkan dampak tidak langsung atau sekunder pada ekonomi Turki, dan bukanlah perkiraan dampak pada pertumbuhan ekonomi.

Kerugian pada PDB yang berkaitan dengan gangguan ekonomi juga akan menambah biaya, sedangkan gempa susulan lebih lanjut diperkirakan akan meningkatkan perkiraan kerusakan dari waktu ke waktu.

Konfederasi Perusahaan dan Bisnis Turki memperkirakan biaya yang lebih tinggi, yaitu 84 miliar dolar AS, berdasarkan perbandingan dengan gempa bumi di Izmit pada tahun 1999.

Bank Dunia juga melaporkan bahwa 11 provinsi di bagian selatan Turki memiliki beberapa tingkat kemiskinan tertinggi di negara itu dan menampung lebih dari 1,7 juta pengungsi Suriah, yang sekitar setengah dari total populasi pengungsi Suriah di sana.

Kerusakan yang terluas pada bangunan dan infrastruktur terjadi di beberapa provinsi di Turki, yaitu Provinsi Hatay, Kahramanmara, Gaziantep, Malatya dan Adyaman, yang menampung sekitar 6,45 juta orang atau sekitar 7,4 persen dari total populasi.

Sebanyak 81 persen dari perkiraan kerusakan terjadi di wilayah-wilayah ini, dan menyebabkan sekitar 1,25 juta orang menjadi tunawisma sementara karena kerusakan bangunan mereka.

Menurut Bank Dunia, kerusakan langsung pada bangunan perumahan menyumbang 53 persen atau setara dengan 18 miliar dolar AS dari total kerusakan.

Sedangkan 28 persen atau sekitar 9,7 miliar dolar AS adalah kerusakan pada bangunan non-perumahan dan 19 persen atau sekitar 6,4 miliar dolar AS terkait dengan infrastruktur. (*)

(*/Haekal)

Sumber: The National News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gempa Turki dan Suriah: Benarkah Hewan Bisa Mendeteksi Bencana Alam?

Gempa Turki dan Suriah: Benarkah Hewan Bisa Mendeteksi Bencana Alam?

Video | Selasa, 14 Februari 2023 | 11:00 WIB

Gempa Bumi Turki Seharusnya Jadi 'Alarm' Bagi Indonesia untuk Perkuat Mitigasi Bencana

Gempa Bumi Turki Seharusnya Jadi 'Alarm' Bagi Indonesia untuk Perkuat Mitigasi Bencana

| Sabtu, 11 Februari 2023 | 13:40 WIB

Berbeda Sekian Hari, Ini Perbedaan Gempa Turki dan Gempa Papua

Berbeda Sekian Hari, Ini Perbedaan Gempa Turki dan Gempa Papua

| Jum'at, 10 Februari 2023 | 16:41 WIB

Terkini

Episode 3 dan 4 Drama Gold Land Terasa Semakin Gelap dan Mendebarkan

Episode 3 dan 4 Drama Gold Land Terasa Semakin Gelap dan Mendebarkan

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:04 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Guncang ASEAN, Presiden Filipina Desak Negara Asia Tenggara Bersatu

Perang AS-Israel vs Iran Guncang ASEAN, Presiden Filipina Desak Negara Asia Tenggara Bersatu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:03 WIB

Perempuan dan Standar Ganda: Apa Pun yang Dipilih Tetap Salah, Harus Gimana?

Perempuan dan Standar Ganda: Apa Pun yang Dipilih Tetap Salah, Harus Gimana?

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:00 WIB

Di Balik Sorotan Kamera: Pertarungan Moral dalam Novel Take Four

Di Balik Sorotan Kamera: Pertarungan Moral dalam Novel Take Four

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:00 WIB

Pakai Scrub Berapa Kali Seminggu? Ini 5 Rekomendasi Produk di Indomaret untuk Kulit Halus dan Cerah

Pakai Scrub Berapa Kali Seminggu? Ini 5 Rekomendasi Produk di Indomaret untuk Kulit Halus dan Cerah

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:58 WIB

Rewang Sebagai Perekat Hati, Menilik Tradisi Masak Basamo di Muaro Jambi

Rewang Sebagai Perekat Hati, Menilik Tradisi Masak Basamo di Muaro Jambi

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:58 WIB

Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?

Mengenal Silsilah QJ Motor di Indonesia: Merek Mana Saja yang Masih Satu Klan?

Otomotif | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:54 WIB

Argentina Darurat Wabah Hantavirus, Puluhan Orang Terjangkit

Argentina Darurat Wabah Hantavirus, Puluhan Orang Terjangkit

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:53 WIB

Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis

Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:53 WIB

6 Fakta Penggagalan Penculikan Balita Tulungagung di Pelabuhan Merak: Pelaku Ternyata Orang Dekat

6 Fakta Penggagalan Penculikan Balita Tulungagung di Pelabuhan Merak: Pelaku Ternyata Orang Dekat

Banten | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:51 WIB