"Mohon maaf izin stitch ya mas videonya. Karena dengar-dengar dari videonya, dilihat itu buka taksi harganya Rp1,4 juta gitu. Tidak logis kalau menurut kita," kata dia.
Dia menceritakan kalau beberapa waktu lalu, dirinya pergi ke Jepang. Di memberkan estimasi biaya yang dia alami.
"Kebetulan aku kemarin berangkat ke Jepang dari Bali. Berangkat ke Jepang naik ekonomi dan nyampe kita turun di bandara naik taksi ke Ion sekitar 10 sampai 15 menit. Kira-kira taksirannya segitu ngabisinnya sekitar 4.500 yen. Kalau dihitung dengan hari ini=, cuma Rp112 ribu, tinggal dihitung saja ratenya," kata wanita tersebut menjelaskan.
Akun @pasutri_er menjelaskan soal estimasi harga yang diberikan Ibnu Wardani, tergantung dari jarak tujuan.
Jadi membuka pintu taksi hingga merogoh kocek sampai Rp1,4 juta dinilai tidaklah benar.
Bahkan akun TikTok @akarendrawarman turut memberikan komemntar atas konten video Ibnu Wardani.
"Aduh makin ke sini makin membagongkan sih overflexing. Sebelumnya, taksi open pintu Rp1,5 juta. Ini lagi kulihat full videonya tiket pesawat business class itu satu orang Rp40 juta. Aduh Mas, kuingetin nih ya mari kita lihat tiket pesawat,” ucap akun @akarendrawarman.
Dia pun membuka soal harga tiket pesawat yang dia pesan sehari sebelum keberangkatan ke Jepang.
"Aku pesan untuk besok berangkat, besok banget. Biasa tiket H-1 itu sudah mahal. Tapi ini besok business class, sekali berangkat cuma Rp24 juta. Ini maskapai yang tadi dibilang," bebernya.
Konten video Ibnu Wardani menjadi bahan rujakan publik du dunia maya. Bahkan di media sosial Twitter tak sedikit yang ikutan memberikan hujatan kepada Ibnu Wardani.
"Kurang tepat harusnya liburan 2 orang di Jepang itu ada di kisaran 20-30 Milyar. Biar sekalian jangan nanggung kalau gila mah," cuit akun @k***_.
Tak hanya itu banyak komentar lain yang menghujat Ibnu Wardani atas kontennya tersebut. (*)