SuaraCianjur.id - Bentrokan yang terjadi antara pengemudi Ojek Online dan Debt Collector ini terjadi di kawasan Hegarmanah, Kota Bandung, Jawa Barat pada Selasa sore (7/3/2023).
Menurut informasi pemicu bentrokan ini karena terjadi penarikan paksa motor salah seorang pengemudi dan sejumlah Ojol mendatangi kantor leasing untuk meminta keringanan.
Namun, perusahaan leasing menolak Mengembalikan motor serta meminta agar pembayaran denda segera dibayarkan.
Terjadi pertengkaran kecil karena upaya mediasi antar kedua belah pihak menemui jalan buntu yang menyebabkan pertengkaran semakin ricuh dan menimbulkan kekerasan kepada Pengemudi ojol oleh Debt Collector yang mengunakan senjata tajam.
Buntut bentrokan, polisi mengamankan 17 orang Debt Collector dan dimintai keterangan di Mapolrestabes Bandung.
Bentrokan ini menyebabkan 23 motor ojol rusak dan sembilan pengemudi ojol harus di rawat di Rumah Sakit akibat mengalami luka sobek benda tajam.
Selasa malam (7/3/2023), ratusan pengemudi ojol mendatangi Mapolrestabes Bandung untuk mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus bentrokan ini.
“Buntut daripada mengambil kendaraan dari pihak-pihak yang tidak seharusnya melakukan seperti itu, seharusnya memberikan sosialisasi ataupun memberikan himbauan atau pemberitahuan kepada pemilik kendaraan sehingga tidak terjadi hal-hal yang seperti ini,” kutip AKBP Asep Pujiono, selasa (7/3/2023).
17 Debt Collector tersebut tengah diproses dan diusut Polrestabes Bandung untuk penyelidikan lebih lanjut.
Baca Juga: Honda Segera Rilis CR-V Terbaru, Berikut Spesifikasinya
Sementara itu, akun Instagram @waliwis_bodas_ mengunggah video berisi massa ojol Bandung yang berkerumun di depan Mapolrestabes Bandung.
Dalam caption tersebut, perwakilan ojol diterima dengan baik oleh pihak kepolisian dan berjanji akan memproses ke-17 Debt Collector tersebut.
"Alhamdulillah, perwakilan dari pihak ojol diterima dengan baik oleh @polrestabesbandung," tulis @waliwis_bodas_ dikutip cianjur.suara.com Kamis (9/3/2023).
Dalam orasi yang disampaikan, pihak ojol mengatakan bahwa pihaknya meminta agar kepolisian menindak tegas matel - matel yang bertindak arogan dan kriminal. (*/thoriq)
Sumber: Youtube Lensa Indonesia - RTV