SuaraCianjur.id - Aldila Jelita menjadi sasaran fitnah netizen usai reaksi Indra Bekti saat diberitahu terkait donasi uang dari Raffi Ahmad. Donasi yang diperuntukkan membantu biaya pengobatan Indra Bekti tersebut menuai kesalahpahaman.
Aldila Jelita mengaku sakit hati kepada Indra Bekti akibat reaksi tersebut. Bahkan, Aldila telah menyatakan keberatannya secara langsung keoada suaminya itu berkenaan dengan candaan Indra Bekti soal donasi Raffi Ahmad.
Indra Bekti mengaku mengalami short memory loss (amnesia jangka pendek) yang membuat dirinya tidak dapat mengingat sebuah kejadian yang sudah lampau.
"Dengan sikap kamu (Indra Bekti) kayak gitu, kamu banyak bercanda dan (faktanya) kamu short memory, jadi (serba) salah buat aku juga. Yang kena (fitnah) ujung-ujungnya kan aku akhirnya," ungkap Aldila Jelita saat ditemui wartawan, Kamis (9/3/2023).
Aldila Jelita menyebut Indra Bekti telah meminta maaf langsung terkait candaan tersebut. Sahabat Indy Barends itu menyadari bahwa ia mengalami short memory.
"Dia ngomong, 'Ya mohon maaf kan karena aku short memory'," ujar Aldila.
Sebagai penegas, Aldila Jelita pun menunjukkan bukti bahwa Indra Bekti mengetahui secara langsung donasi yang diberikan Raffi Ahmad. Kala itu, Indra Bekti berkomunikasi langsung dengan suami Nagita Slavina tersebut.
Aldila Jelita pun dengan lugas menyatakan bahwa semua donasi yang terhimpun dari berbagai donatur telah dicatat dengan lengkap. Bahkan, setiap pengeluaran pun ditulis istri Indra Bekti itu secara rinci.
"Mas Bekti lihat sendiri hari Minggu kemarin, saya taruh (catatan donasi) di buku sampai saya (tulis) manual," pungkasnya.
Kuasa hukum Aldila Jelita dan Indra Bekti, Milano Lubis membenarkan hal tersebut. Milano Lubis menegaskan bahwa Aldila Jelita tidak menggunakan uang donasi tersebut untuk keperluan pribadi.
"Dila itu bikin catatan lengkap banget. Tidak ada sepeserpun yang dipakai untuk pribadi Dila. Dia kan memang ingatannya masih belum pulih apalagi saat itu pas donasi kondisi masih di rumah sakit. Intinya donasi itu sampai dan Indra tahu," jelas Milano Lubis. (*)