SuaraCianjur.Id- Orang yang cenderung sulit berkonsentrasi dan mudah bosan, serta cenderung melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri atau orang lain, dapat mengalami gangguan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Hal ini diduga terjadi pada Mario Dandy Satriyo, pelaku penganiayaan berat terhadap David Ozora.
Dilansir dari Laman HaloDoc, ADHD merupakan sebuah istilah medis yang mengacu pada gangguan mental yang ditandai dengan perilaku impulsif dan hiperaktif.
Kondisi ini umumnya dialami oleh anak-anak, yang membuat mereka kesulitan untuk fokus pada satu hal dalam satu waktu.
Namun, gejala ADHD dapat bertahan hingga remaja bahkan dewasa. ADHD memiliki 3 subtipe yang berbeda, yaitu:
Tipe dominan hiperaktif-impulsif
Anak-anak yang mengalami ADHD subtipe ini biasanya memiliki masalah hiperaktivitas yang datang bersama dengan perilaku impulsif.
Tipe dominan inatentif
Penderita ADHD subtipe ini ditandai dengan sulitnya memusatkan perhatian pada satu hal dalam satu waktu. Anak-anak dengan kondisi ini biasanya tidak dapat memperhatikan dengan baik.
Baca Juga: Punya Selera Humor Tinggi, 4 Zodiak Ini Memilih Pasangan yang Humoris
Tipe kombinasi hiperaktif-impulsif dan inatentif
Subtipe ketiga merupakan kombinasi dari semua gejala, di mana anak menunjukkan ciri-ciri hiperaktif, impulsif, dan sulit dalam memusatkan perhatian.
Penyebab
ADHD adalah gangguan mental yang penyebab pastinya masih belum diketahui dengan pasti hingga saat ini. Salah satu kemungkinan penyebab kondisi ini adalah ketidakseimbangan senyawa kimia (neurotransmitter) di dalam otak.
Beberapa dugaan penyebab ADHD menurut para ahli di antaranya adalah faktor genetika yang cenderung menurun dalam keluarga, perbedaan fungsi dan struktur otak, serta paparan neurotoksin seperti timbal dan pestisida selama kehamilan.
Paparan rokok dan alkohol selama kehamilan juga dikaitkan dengan kemungkinan anak mengalami ADHD.