SuaraCianjur.Id- Puasa merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh umat muslim di seluruh dunia.
Namun, selama berpuasa, sebagian orang dapat mengalami gangguan pada sistem pencernaan, seperti maag atau asam lambung yang naik.
Mag saat puasa dapat menjadi masalah serius bagi penderita yang harus menjalankan ibadah puasa secara rutin. Namun, dengan pengaturan pola makan yang tepat, mag saat puasa dapat diatasi.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Akram Aljahdali dari King Abdulaziz University di Saudi Arabia, "Puasa dapat menyebabkan peningkatan produksi asam lambung yang dapat memperburuk gejala maag."
Hal ini terjadi karena selama puasa, perut tidak menerima makanan atau minuman selama berjam-jam, sehingga kadar asam lambung dapat meningkat secara signifikan.
Oleh karena itu, penting bagi penderita mag saat puasa untuk memperhatikan pola makan mereka.
Menurut buku "Puasa Menurut Perspektif Medis" yang ditulis oleh Dr. Azizah Al-Hibri, penderita mag saat puasa sebaiknya menghindari makanan yang pedas, berlemak, dan bersantan.
Selain itu, penderita mag juga sebaiknya menghindari minuman yang mengandung kafein dan soda.
Para ahli juga menyarankan agar penderita mag saat puasa menghindari makanan yang terlalu banyak atau terlalu sedikit.
Baca Juga: Dituntut 20 Tahun Penjara, Mengingat Lagi Peran Dody Prawiranegara di Kasus Teddy Minahasa
Selain mengatur pola makan, penderita mag saat puasa juga dapat mengonsumsi obat antasida untuk membantu mengurangi gejala mag.
Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tersebut.
Mag saat puasa memang dapat menjadi masalah serius bagi penderita, namun dengan mengatur pola makan yang tepat dan menghindari makanan atau minuman yang dapat memicu gejala mag, serta mengonsumsi obat antasida dan berolahraga ringan, penderita mag dapat menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan tanpa gangguan. (*)
(*/Haekal)