"Saya nggak tahu. Mungkin pengamat lebih pintar dari saya haha," ujarnya.
"Saya nggak merasa alot, saya merasa ini kawan semua, kita merah putih semua, iya kan. Kita gak usah diragukan lagi mereka, benar nggak," lanjutnya.
PDIP Bergabung, Potensi alot
Sebelumnya, Asrinaldi, seorang Analis Politik dari Universitas Andalas, meragukan kemungkinan PDI Perjuangan atau PDIP bergabung dengan Koalisi Besar yang diusulkan setelah lima partai pro-pemerintah bertemu di Kantor DPP PAN beberapa waktu lalu.
Menurut Asrinaldi, sebaliknya, PDIP akan menarik partai-partai dalam Koalisi Besar tersebut untuk membentuk koalisi baru dan mencalonkan pasangan calon presiden dan wakil presiden bersama.
Jika PDIP bergabung dengan Koalisi Besar tersebut, menurutnya, akan membuat proses perundingan pasangan calon presiden dan wakil presiden menjadi sulit.
"Jelas (pembahasan capres-cawapres akan alot jika PDIP gabung Koalisi Besar), tapi saya ragu PDIP mau bergabung dengan koalisi besar ini. Malah menurut perkiraan saya, PDIP akan menarik partai politik yang ada di koalisi besar ini utk bergabung dengan mereka untuk mengusung capres-cawapres bersama PDIP," terang Asrinaldi.
Ia menyatakan bahwa kemungkinan bergabungnya PDI Perjuangan ke dalam Koalisi Besar tentu terbuka lebar.
Namun, pertanyaannya adalah apakah PDIP akan menjadi pihak yang mengendalikan penentuan pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Baca Juga: 5 Fakta WN Uzbekistan Tusuk Petugas Imigrasi sampai Tewas, Pelaku Jaringan Teroris
"Ini yang jadi masalahnya. Tentu partai politik di koalisi besar sudah memiliki skenario politik terkait Presiden dan Wapres. Sulit bagi mereka tiba-tiba menerima PDIP dan langsung memegang kendali koalisi ini untuk menentukan siapa capres/cawapres," ujarnya.
"Di sisi lain, PDIP juga tidak akan mudah menerima kalau mereka hanya sebagai pelengkap dari koalisi ini. Sementara, PDIP juga berpotensi mengusung calon presiden/wapres sendiri. Kalau posisi PDIP hanya pelengkap dalam koalisi besar ini, tentu mereka akan bergerak sendiri dalam mengusung capres-cawapres," lanjutnya.
Namun, Asrinaldi mengatakan bahwa ia belum melihat tanda-tanda bahwa PDIP serius menanggapi adanya rencana Koalisi Besar tersebut. Menurutnya, sikap PDIP akan terlihat dalam beberapa waktu ke depan. (*)
(*/Haekal)