Selain itu, Golkar dianggap mendapatkan keuntungan dari hubungan dekat dengan Partai NasDem yang memiliki hubungan baik dengan Presiden Jokowi.
Namun, jika Golkar bergabung dalam Koalisi Besar, menurutnya, partai tersebut tidak akan menjadi magnet politik karena posisi tersebut sudah dipegang oleh Gerindra, terutama dengan kehadiran Prabowo Subianto sebagai ketua umumnya.
"Nah sekarang kan itu tenggelam, tenggelam karena yang menguat itu adalah Gerindra dengan Prabowo. Kalau Prabowo jadi presidennya, Gerindra dapat dobel. Dobel pertama capresnya Prabowo, kedua mungkin efek elektoralnya akan jelas ke Gerindra," terangnya. (*)
(*/Haekal)