Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI

Hairul Alwan

Minggu, 08 Februari 2026 | 20:47 WIB
Menkomdigi Meutya Minta Pers Jaga Akurasi di Tengah Disinformasi dan Tantangan AI
Menkomdigi, Meutya Hafid meminta insan pers untuk menjaga akurasi di tengah disinformasi dan tantangan AI saat Konvensi Nasional Media Massa, 8 Februari 2026. [Hairul Alwan/Suara.com].
baca 10 detik
  • Menkomdigi Meutya Hafid meminta insan pers menjaga akurasi di tengah disinformasi saat HPN 2026 di Serang, Banten.
  • Pemerintah menjaga kebebasan berekspresi pers berlandaskan tanggung jawab demi melindungi masyarakat dari informasi salah.
  • Pemerintah Indonesia tengah menyiapkan regulasi turunan UNESCO, termasuk pelabelan konten yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).

Suara.com - Pada era maraknya disinformasi dan tantangan AI seperti saat ini, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta insan pers untuk menjaga akurasi.

Hal tersebut dungkapkan Mengkomdigi Meutya saat membuka Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka Hari Pers Nasional atau HPN 2026 di Hotel Aston Serang, Banten, 8 Februari 2026.

"Kita ada di fase perjalanan pers Indonesia dengan tantangan yang tidak mudah, tapi kita harus yakin bisa melaluinya bersama. Masyarakat saat ini tidak hanya butuh informasi yang cepat, namun tepat," katanya di hadapan ratusan awak media.

Menurutnya, kini disinformasi menjadi pekerjaan rumah secara global dan bukan hanya di Indonesia. Beberapa negara bahkan telah mengambil langkah tegas akan hal tersebut.

"Prancis sudah mengambil langkah, yang tidak tahu ini bijak atau ekstrem yakni menyerang kantor media sosial X, setelah ada AI generated content," katanya.

Untuk di India Supreme Court juga memberi ultimatum kepada digital platform Meta. Kemudian, Indonesia beberapa kali harus tegas kepada platform yang belum mendaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik.

Meutya memastikan pemerintah berada di garis depan menjaga kebebasan berekspresi dan kebebasan pers dengan prinsip tanggung jawab.

"Kami tetap terdepan menjaga kebebasan berekspresi, kebebasan pers, namun tetap bertanggung jawab. Karena ujungnya adalah perlindungan tehadap masyarakat dari informasi tidak benar," jelasnya.

Ia menyarankan media memiliki kebijakan di ranah digital, termasuk terkait AI. Ia berharap, hal itu menjadi ruang yang lebih sehat untuk karya jurnalistik.

baca juga

"Kami ingin karya jurnalistik bisa kembali dinikmati, indah, bermanfaat, mendidik, dan tanpa banyak noise," ujarnya.

Kata dia, Pers yang sehat bukan hanya berbicara soal kebebasan serta profesionalisme, namun juga berkaitan dengan prinsip keberlanjutan.

"Disinformasi ujungnya mengikis kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk pers," jelasnya.

Khusus soal pengembangan AI, Meutya menyebut sejumlah negara yang telah melakukan penolakan. Ia memberitahui soal gerakan ratusan seniman dan kreator dunia yang menolak karya mereka digunakan untuk melatih algoritma AI tanpa izin.

"Kta melihat media-media besar dunia menggugat perusahaan AI, karena diduga mengambil karya tanpa izin. Untuk jurnalis gerakannya masih terfragmentasi," tuturnya.

Lebih lanjut, Meutya menyebut pemerintah tengah menyiapkan regulasi turunan dari UNESCO terkait AI, termasuk wacana pelabelan konten berbasis kecerdasan.

"Drafnya sudah siap, salah satunya soal pelabelan AI. Untuk karya-karya yang menggunakan AI," ungkapnya.

Meutya juga berharap media berpihak kepada karya jurnalistik manusia. Ruang redaksi juga harus membuat kesepakatan agar karya jurnalistik tidak dibuat 100 persen menggunakan AI.

"Karya jurnalistik yang dibuat manusia dan mesin pasti berbeda. Saya perlu mengantisipasi AI tidak bisa mengambil berbagai tugas manusia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dewan Pers di HPN 2026: Disrupsi Digital Jadi Momentum Media Bebenah

Dewan Pers di HPN 2026: Disrupsi Digital Jadi Momentum Media Bebenah

News | Minggu, 08 Februari 2026 | 19:57 WIB

Reshuffle Kabinet: Menkomdigi Meutya Hafid Dikabarkan Diganti Angga Raka Prabowo

Reshuffle Kabinet: Menkomdigi Meutya Hafid Dikabarkan Diganti Angga Raka Prabowo

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 14:21 WIB

Menkomdigi Tegaskan Registrasi SIM Biometrik Diprioritaskan untuk Kartu Perdana Baru

Menkomdigi Tegaskan Registrasi SIM Biometrik Diprioritaskan untuk Kartu Perdana Baru

Tekno | Rabu, 28 Januari 2026 | 09:08 WIB

Registrasi SIM Berbasis Biometrik Resmi Berlaku, Pemerintah Bidik Penipuan Digital

Registrasi SIM Berbasis Biometrik Resmi Berlaku, Pemerintah Bidik Penipuan Digital

Tekno | Rabu, 28 Januari 2026 | 08:07 WIB

Pemerintah Siapkan RUU Disinformasi dan Propaganda Asing, Menko Yusril: Bukan untuk Anti-Demokrasi

Pemerintah Siapkan RUU Disinformasi dan Propaganda Asing, Menko Yusril: Bukan untuk Anti-Demokrasi

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 17:48 WIB

RUU 'Antek Asing': Senjata Lawan Propaganda atau Alat Bungkam Suara Kritis?

RUU 'Antek Asing': Senjata Lawan Propaganda atau Alat Bungkam Suara Kritis?

Liks | Senin, 19 Januari 2026 | 20:30 WIB

Terkini

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 01:24 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

×