SUARA CIANJUR - Kejanggalan mengenai hadiah bonus yang seharusna diterima oleh juara Liga 1 2022/2023, serta dana LIB ke PSSI dari saham 1 persen milik federasi sepak bola Indonesia yang tak diketahui kejelasannya. Telah mengundan perhatian Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI.
Hal ini sudah pernah dijelaskan oleh beliau pada jumpa pers beberapa waktu yang lalu, bahwa pihaknya akan melakukan audit terkait dengan hal tersebut sebelum kompetisi kembali bergulir awal Juli nanti.
Terbukti, Erick Thohir merealisasikan hal tersebut dengan menandatangani kesepakatan dengan firma audit ternama yakni Ernst & Young, untuk melakukan audit forensik terhadap keuangan PSSI.
"Bermula dari peristiwa kemarin, ketika ada ketidakkonsistensi dalam pemberian hadiah juara liga, lalu ditengarai ada juga ketidakjelasan dalam manajemen keuangan di PSSI." ungkap Erick Thohir kemarin di Jakarta, dikutip cianjur.suara.com, Sabtu (22/4/2023).
"Saya langsung tanda tangan MoU dengan pihak Ernst & Young Indonesia untuk mengadakan audit forensik atas pencatatan keuangan PSSI. Hal ini dilakukan sebagai bagian utama dalam bersih-bersih, baik PSSI maupun di Liga," lanjutnya.
Ia juga menjelaskan bahwa, langkah ini diambil untuk memperoleh kejelasan dan perbaikan mengenai pengelolaan keuangan pada seluruh pemangku kepentingan sepak bola Indonesia. Karena menurutnya, sepak bola adalah milik masyarakat, dan semua pihak ingin tau kejelasan mengenai masalah ini.
"Sudah pasti kita semua, saya, pengurus, dan pecinta sepakbola mau soal keuangan yang kerusial ini terbuka. Apalagi sepakbola ini milik rakyat. Kami ini hanya ditugaskan untuk membersihkan." jelas Erick.
'Audit ini diperlukan agar terjadi kejelasan dan perbaikan pada pengelolaan keuangan pada seluruh pemangku kepentingan persepakbolaan Indonesia," tambahnya.
Sumber: pssi.org
Baca Juga: 7 Tips Sukses Memperkenalkan Pasangan pada Keluarga Besar saat Hari Raya