Mahfud MD Sebut Kini Belum Waktunya Masuk Dunia Cawapres, Belum Siapkah?

Suara Cianjur

Minggu, 30 April 2023 | 14:36 WIB
Mahfud MD Sebut Kini Belum Waktunya Masuk Dunia Cawapres, Belum Siapkah?
Menko Polhukam, Mahfud MD mengatakan dirinya tengah fokus dalam peran sekarang sebagai Menko Polhukam sebelum memasuki dunia Cawapres (Foto: Suara.com kontributor - Uli Febriarni)

SUARA CIANJUR - Menko Polhukam, Mahfud MD, menyatakan bahwa saat ini belum saatnya untuk memasuki bursa calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. 

Ia menekankan bahwa nama-nama yang beredar di masyarakat sebagai bakal cawapres masih menjadi tanggung jawab partai politik

Hal tersebut diungkapkan Mahfud MD dalam keterangannya di Surabaya pada hari Minggu, tanggal 30 April 2023.

"Itu kan permainan bolanya masih di partai politik lalu sekarang menjadi urusan masyarakat dan nanti ketemu di situ. Kita belum masuk ke arena itu," ucapnya.

Pernyataan Mahfud MD yang dilontarkan saat berkumpul di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada malam 29 April lalu itu banyak menyita perhatian dan disebut-sebut oleh banyak pengamat politik sebagai calon wakil presiden potensial dalam pemilihan presiden 2024.  

Namun, Mahfud MD menegaskan belum waktunya untuk mengikuti pencalonan wakil presiden dan tanggung jawab menyeleksi calon-calon potensial ada pada partai politik.  

Dalam pertemuan tertutup baru-baru ini dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo dipastikan mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilu 2024 dan dikabarkan sedang mencari calon wakil presiden potensial untuk mencalonkan diri bersamanya.

Mahfud beralasan bahwa pertemuan dengan Prabowo hanya untuk bersilaturahmi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Saya diundang ceramah ke rumahnya di Hambalang. Tidak ada lamaran menjadi cawapres," jelasnya.

baca juga

Mahfud saat ini menolak untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kesiapannya sebagai calon wakil presiden jika diajukan.

"Saya tidak bilang siap atau tidak siap. Itu nanti atau belum waktunya. Nanti saya bicara kalau sudah konkret saja," terangnya.

Mahfud MD menekankan bahwa tugas utamanya saat ini adalah sebagai Menko Polhukam yang sedang berupaya keras untuk membantu evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Sudan yang sedang dilanda konflik militer.

"Per hari ini sudah 1.100 WNI yang sudah dievakuasi dari Sudan. Ada beberapa WNI yang belum dievakuasi karena lokasinya jauh atau susah dijangkau," tuturnya.

Mahfud MD, selaku Menko Polhukam, sedang mengembangkan rencana strategis untuk memberantas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

"Nanti penanganan strategis terhadap KKB akan kami umumkan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pimpinan KKB Joni Botak Dibunuh Kelompok Lewis Kagoya Akibat Saling Tuduh Mata-mata

Pimpinan KKB Joni Botak Dibunuh Kelompok Lewis Kagoya Akibat Saling Tuduh Mata-mata

News | Minggu, 30 April 2023 | 14:05 WIB

Ramai Disandingkan Dengan Sandiaga, Ganjar Ungkap Kriteria Cawapresnya

Ramai Disandingkan Dengan Sandiaga, Ganjar Ungkap Kriteria Cawapresnya

Kotak Suara | Minggu, 30 April 2023 | 11:45 WIB

4 Alasan Erick Thohir Bisa Jadi Cawapres Terkuat Pada Pilpres 2024

4 Alasan Erick Thohir Bisa Jadi Cawapres Terkuat Pada Pilpres 2024

Kotak Suara | Minggu, 30 April 2023 | 10:46 WIB

Terkini

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

Teka-teki Lokasi Muktamar NU, 5 Provinsi Ini Bersaing Ketat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:30 WIB

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:26 WIB

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

DTKJ Usul Mikrotrans Tak Lagi Gratis, Tarif Rp 2.000 Dinilai Bikin Data Penumpang Lebih Akurat

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

Kenapa Warga Bela Bandar Narkoba? Bedah Kasus Katingan yang Tewaskan Aipda Yudhi Perdana

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:24 WIB

Prediksi Australia vs Mesir: Adu Taktik dan Siapa yang akan Lolos 16 Besar?

Prediksi Australia vs Mesir: Adu Taktik dan Siapa yang akan Lolos 16 Besar?

Your Say | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:22 WIB

5 Film Tayang di Netflix Awal Juli 2026, Ada Gone Girl hingga Hamnet

5 Film Tayang di Netflix Awal Juli 2026, Ada Gone Girl hingga Hamnet

Your Say | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:20 WIB

Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas

Aturan Baru Malaysia Persulit Ekspansi Mobil Listrik China, Chery Hingga BYD Kena Imbas

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:19 WIB

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

Kasus dr Icha Jadi Titik Balik, Kemenkes Siapkan Perpres Perlindungan Nakes hingga Aturan Sanksi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:13 WIB

Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian

Pemerintah Kembali Tunda Insentif Mobil Listrik, Industri Otomotif DIpaksa Menunggu Tanpa Kepastian

Otomotif | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:10 WIB

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

Heboh Gembok 'Sakti' Rp92,5 Miliar di Kemenimipas, Anggota DPR Temukan Harga Tak Wajar

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:09 WIB

×