SUARA CIANJUR - Terkuak alasan mengharukan di balik tindakan heroik legenda Arema, Kurnia Meiga, yang menjual semua medali berharganya.
Tindakan tersebut dilakukan guna mendapatkan biaya pengobatan yang diperlukan dan memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana yang menimpanya.
Informasi mengenai kondisi yang memprihatinkan dari mantan kiper Timnas Indonesia ini terungkap melalui pernyataan istri Kurnia Meiga saat dihubungi oleh Wali Kota Malang, Sutiaji.
Kurnia Meiga sedang berjuang keras untuk mendapatkan pengobatan bagi penyakit mata yang telah ia derita sejak tahun 2017.
Pada tanggal 12 Mei yang lalu, kiper yang lahir di Jakarta ini berencana mencari pengobatan di wilayah Banten.
Namun, kesulitan finansial yang dihadapi dan kondisi kesehatan yang semakin memburuk memaksa Meiga untuk mengambil langkah yang sulit.
Dalam situasi ini, Kurnia Meiga mengambil keputusan untuk menjual seluruh atribut sepak bola yang dimilikinya, termasuk medali dan penghargaan yang telah ia peroleh.
Langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta biaya pengobatan yang sangat penting bagi pemulihan kesehatannya.
Keputusan ini tidaklah mudah bagi seorang legenda sepak bola seperti Meiga.
Baca Juga: Viral! Bokek, Syafiq Nekat Lakukan Ini Demi Bisa Beli Tiket Konser Coldplay
Sebagai salah satu kiper terbaik dalam sejarah sepak bola Indonesia, tindakan Meiga ini menunjukkan dedikasinya untuk keluarga dan kesehatannya.
Ia rela melepas medali dan atribut berharga demi memastikan kebutuhan terpenting terpenuhi.
Perjuangan Meiga melawan penyakit yang sedang ia hadapi tetap berlanjut, dan semangatnya sebagai pahlawan di lapangan hijau pun tampak dalam langkah yang diambilnya di luar lapangan.
Masyarakat pun terharu dengan keputusan yang diambil oleh Kurnia Meiga.
Kiprah dan jasa-jasanya sebagai pemain sepak bola yang membanggakan tidak terlupakan, namun ia tetap manusia biasa yang harus menghadapi cobaan hidup.
Semoga keputusan yang diambilnya dapat memberikan bantuan finansial yang dibutuhkan dan mendukung proses pemulihannya. (*)
(*/Haekal)