SUARA CIANJUR - Sebuah video viral menampilkan Ratu Tisha memberikan semangat kepada para pemain Timnas dengan harapan mereka dapat mengalahkan Jepang.
Banyak yang mengapresiasi cara penyampaian Wakil Ketua PSSI ini.
Dalam video tersebut, Ratu Tisha terlihat sangat percaya diri dan optimis. Pilihan katanya juga menarik, menyerupai semangat yang diberikan oleh Pep Guardiola kepada Manchester City.
Video Ratu Tisha memberikan semangat ini diunggah oleh akun Twitter @miduk17 yang berpendapat bahwa pemilihan pemimpin PSSI dari generasi muda adalah keputusan yang tepat.
Ratu Tisha terlihat tegak berdiri dengan penuh keyakinan dan memberikan nasihat kepada para pemain Timnas yang akan berkompetisi di SEA Games 2023.
Dalam momen memberikan motivasi, Ratu Tisha menyampaikan pesan kepada Timnas Indonesia agar mereka tidak perlu merasa rendah diri saat berhadapan dengan tim yang lebih kuat.
Ia menekankan pentingnya persiapan untuk menerima kekalahan sebagai bagian dari perjalanan menuju kesuksesan.
"Kalau kalian selamanya itu merasa bahwa kita lebih kecil daripada Jepang jadi gak apa kita kalah nanti melawan Jepang, ya gak bakal menang kita, mindset ada di sini," ucap Ratu Tisha.
Tidak hanya itu, Ratu Tisha juga menekankan pentingnya para pemain untuk mematuhi instruksi dan nasihat yang diberikan oleh pelatih.
Meskipun situasi di lapangan sedang tidak menguntungkan, Ratu Tisha berharap agar para pemain tetap mendengarkan dengan saksama kata-kata dan strategi yang disampaikan oleh pelatih.
"Jangan pernah berkecil hati ketika berada di lapangan suatu hal yang tidak mengenakan, dengerin kata pelatih, percayakan strategi apapun taktik apapun ke pelatih," jelas Ratu Tisha.
Tidak hanya ketika berada di lapangan, Ratu Tisha memberikan instruksi agar para pemain terus terlibat dalam kehidupan sepak bola.
Ratu Tisha mendorong para pemain Timnas Indonesia untuk mengubah kebiasaan mereka dalam membuang-buang waktu dan untuk terus memantau perkembangan sepak bola internasional sebagai contoh dan sebagai cerminan bagi diri mereka sendiri.
"70 persen 30 persen cek handphone masing-masing kalau di YouTube-nya save-nya masih banyak yang non bola, ganti," sebutnya.
"Kalian harus lihat kayak apa pemain yang umur 20 umur 21 umur 22 hari ini di negara-negara lain yang lagi kualifikasi di Euro yang lagi main Conmebol, itu kalian pantau," pungkasnya. (*)