SUARA CIANJUR - Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, mendorong Badan Riset dan Inovasi (BRIN) untuk mengembangkan kembali reaktor nuklir di Indonesia.
Alasannya, menurut Megawati, ide pengembangan tersebut telah muncul pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
Megawati, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, menjelaskan bahwa reaktor nuklir yang pernah dibahas saat ayahnya memimpin Indonesia adalah Triga Mark yang berlokasi di Bandung.
Menurut pandangan Megawati, BRIN belum terlambat dalam melakukan penelitian terkait nuklir dengan memanfaatkan pengembangan reaktor yang pernah dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
Bahkan, sebagai Ketua Umum PDIP, Megawati menyebut bahwa Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dengan negara-negara lain yang telah lebih dahulu mengembangkan energi nuklir, seperti Korea Utara (Korut).
Megawati menambahkan bahwa seringkali Korut sering dianggap sebagai negara yang tertinggal.
Namun negara tersebut berhasil mengembangkan teknologi nuklir yang lebih maju daripada negara-negara lain.
Hal ini, menurut Megawati, disebabkan oleh tingginya dedikasi rakyat Korut terhadap negaranya. (*)
Baca Juga: Anies Baswedan dan Dilema Pemilihan Wakil Presiden: Ancaman bagi Kekuatan Koalisi