SUARA CIANJUR - Uji coba tes napas yang sedang dilakukan di Inggris saat ini menjanjikan harapan baru dalam deteksi dini kanker.
Teknologi ini dikembangkan oleh para dokter dengan tujuan utama untuk mendeteksi berbagai jenis kanker, termasuk kanker usus, pankreas, dan kerongkongan, pada tahap awal penyakit.
Para dokter yang terlibat dalam pengembangan teknologi ini mengklaim bahwa uji coba sebelumnya telah menunjukkan tingkat akurasi sebesar 90 persen.
Angka ini sangat menjanjikan dan dapat menjadi terobosan besar dalam upaya memerangi kanker.
Dengan tingkat akurasi yang tinggi, tes napas ini dapat menjadi alat yang efektif untuk mendeteksi kanker pada tahap awal.
Salah satu keuntungan utama dari tes napas ini adalah non-invasif, artinya tidak memerlukan prosedur yang rumit atau invasif seperti biopsi atau operasi.
Pasien hanya perlu menghembuskan napas ke dalam perangkat yang dirancang khusus, dan alat tersebut akan menganalisis komponen kimia dalam napas untuk mencari tanda-tanda keberadaan kanker.
Dalam upaya untuk mengidentifikasi kanker pada tahap awal, tes napas ini dapat membantu mengurangi angka kematian akibat penyakit ini. (*)
Baca Juga: Dukungan China untuk Palestina, Solidaritas Tanpa Batas!