SUARA CIANJUR – Keputusan naturalisasi pemain timnas Indonesia kerap mengundang sorotan. Tak sedikit pihak yang memberikan kritikan tajam, dan menganggap bahwa naturalisasi pemain adalah hal yang tidak dibutuhkan.
Pelatih Timnas Indonesia U22, Indra Sjafri angkat bicara soal ini. Menurutnya jika kita tidak mau pemain naturalisasi, maka harus tingkatkan kualitas untuk bersaing.
“Jawabannya bukan sampai kapan. Kalau memang kita tidak mau seperti itu, contoh tak mau pemain asing jadi raja liga kita, ayo bersaing. Oleh itu kita yang harus meningkatkan kualitas,” ujar Indra Sjafri dikutip dari laman Instagram @indonesian.football.news, Selasa (27/6/2023).
Selain itu, pelatih yang berhasil bawa Indonesia raih SEA Games tersebut juga menyoroti agar yang harus tingkatkan kualitas bukan hanya pemain, tapi juga pelatih.
“Sama halnya dengan pelatih, kita nggak mau Liga 1 dilatih oleh pelatih asing, tapi pelatih lokal, ya tingkatkan kualitas dan harus bersaing. Dunia ini sudah menglobal, tidak bisa kalai harus dibatas-batasi,” lanjutnya.
Skuad timnas Indonesia sendiri sekarang banyak diisi oleh pemain naturalisasi. Pada saat FIFA Matchday Juni lalu, beberapa pemain naturalisasi dipanggil, diantaranya adalah Marc Klok, Shayne Pattynama, Elkan Baggott, Rafael Struick, Ivar Jenner, hingga Sandy Walsh.
Sementara itu, selain generasi sekarang, beberapa pemain yang dinaturalisasi di era awal adalah Cristian Gonzalez, Irfan Bachdim, Kim Jeffrey Kurniawan, dan yang lainnya. (*)