SUARA CIANJUR - Pertandingan perdana BRI Liga 1 di kandang Persija Jakarta baru-baru ini, memperlihatkan momen yang menarik. Bagi mereka yang hadir langsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, tak bisa melewatkan aksi sekelompok pengurus dan anggota the Jakmania yang membawa trashbag dan secara sukarela membersihkan sampah setelah laga usai.
Tindakan ini bukan hanya sekedar rutinitas, melainkan merupakan langkah awal dari bidang baru dari Pengurus Pusat the Jakmania, yaitu Bidang Sosial dan Masyarakat.
Bersih-bersih yang dilakukan oleh the Jakmania ini menjadi awal dari sebuah budaya yang ingin mereka tanamkan dalam diri setiap pendukung Persija.
Mereka berharap bahwa kegiatan bersih-bersih setelah pertandingan bukanlah sekadar rutinitas, melainkan menjadi suatu budaya yang melekat dalam diri setiap anggota the Jakmania dan para pendukung Persija.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah menjaga kebersihan setiap kali Persija berlaga di kandangnya.
Dalam upaya menjadikan kegiatan bersih-bersih ini sebagai tradisi yang terus berlanjut, the Jakmania berkomitmen untuk melaksanakannya di setiap pertandingan kandang Persija.
Mereka mengajak semua pihak, baik anggota the Jakmania maupun pendukung Persija lainnya, untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar, khususnya di Gelora Bung Karno.
Mereka meyakini bahwa sebagai tuan rumah yang baik, tidaklah pantas jika kita mengotori rumah kita sendiri.
Melihat gerakan bersih-bersih ini, warganet pun memberikan berbagai komentar positif.
"Setuju jadikan itu sebuah tradisi baik di kandang dan tandang," tulis akun @ete*** dikutip dari Instagram pada Rabu (5/7/5023).
"Cukup tinggalkan kenangan aja di stadion, sampah jangan," tulis akun @jakc***.
Komentar di atas menggaris bawahi pentingnya menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah di stadion, sehingga memperkuat upaya the Jakmania dalam mengubah mindset suporter lain terkait kebersihan.
Tidak hanya itu beberapa akun lainnya juga memberikan pujian dan apresiasi atas gerakan ini.
"Disaat suporter yang lain ramai-ramai boikot kita justru memberikan gebrakan, keren The Jak Mania," tulis akun @muldam***.
Komentar tersebut menyoroti kontras antara tindakan the Jakmania yang berusaha menjaga kebersihan dan dukungan yang mereka berikan kepada timnya, dengan tindakan boikot yang dilakukan oleh sebagian suporter lainnya.