SUARA CIANJUR - Kemesraan yang terlihat antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto disebut-sebut sebagai sinyal dukungan politik Presiden ketujuh Republik Indonesia kepada Ketua Umum Partai Gerindra dalam Pilpres 2024.
Menurut pengamat politik Adi Prayitno, sikap politik Jokowi saat ini masih ambigu dalam mendukung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.
"Sikap politik Jokowi belum sepenuhnya kepada Ganjar Pranowo karena apa pun pada saat yang bersamaan pendukung Prabowo Subianto dan Gerindra mengklaim pilihan politik Jokowi pada 2024 mengarah kepada Prabowo," tuturnya, dikutip dari Antara, Minggu (9/7/2023).
Ia juga mengatakan bahwa kedekatan antara Jokowi dan Prabowo sebenarnya akan meningkatkan elektabilitas Prabowo Subianto sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024.
"Dan itu yang menjelaskan kenapa elektabilitas Prabowo Subianto relatively naik sekarang begitu ketat dengan Ganjar Pranowo," tuturnya.
Bukan hanya itu, ia juga menyebut bahwa peningkatan elektabilitas Prabowo Subianto dalam beberapa waktu terakhir merupakan berkah politik dari kemesraan dan kedekatan antara dua kontestan dalam Pilpres 2014 dan 2019.
"Artinya, ada berkah politik yang didapatkan oleh Gerindra dan efek kemesraan dan kedekatan yang selalu ditunjukkan Jokowi dengan Prabowo Subianto dalam kondisi begini," ungkapnya.
Tentu saja, hal ini akan berdampak negatif bagi kubu Ganjar Pranowo dan juga partai PDIP yang dinilai tidak mendapatkan dukungan penuh dari Jokowi.
"Yang dirugikan tentu Ganjar Pranowo tentu PDIP, karena dianggap Jokowi itu tidak sepenuhnya ke PDIP dan Ganjar Pranowo," tambahnya. (*)
Baca Juga: Blak-blakan Prabowo Ingin Berkuasa Di Indonesia, Tapi...