SUARA CIANJUR - Bagi pasangan suami istri yang tengah mendambakan kehadiran anak perempuan, mungkin bisa menggunakan tips dari Dokter Boyke berikut ini.
Dokter Boyke menjelaskan bahwa untuk mendapatkan anak perempuan, perlu dilakukan beberapa upaya oleh pasangan suami dan istri.
Salah satunya adalah dengan sering mengkonsumsi makanan tertentu, yang dikhususkan untuk mendapatkan anak perempuan. Menurut Dokter Boyke, sang suami perlu rutin mengkonsumsi sayuran selama tiga bulan penuh.
Hal ini bertujuan untuk memperbanyak sperma X yang dihasilkan oleh suami, karena sperma X akan menentukan jenis kelamin anak yang dikandung. Sementara itu, sang istri disarankan untuk mengonsumsi daging selama tiga bulan penuh.
Tidak hanya daging, istri juga sebaiknya rutin mengkonsumsi ikan dan telur. Pola makan ini akan membantu memperbanyak sperma X yang diproduksi oleh suami, sehingga meningkatkan kemungkinan memiliki anak perempuan.
Selain itu, Dokter Boyke juga menyarankan agar menciptakan suasana asam di dalam vagina sang istri. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan campuran cuka dapur dan air yang dibilas pada area alat kelamin sang istri.
Sperma X lebih suka bergerak dalam lingkungan asam, sehingga dengan menciptakan suasana asam di dalam vagina, sperma X memiliki peluang lebih besar untuk membuahi sel telur dan menghasilkan anak perempuan.
Terakhir, Dokter Boyke menyarankan untuk menghindari hubungan intim saat masa ovulasi atau masa subur. Sebaiknya, hubungan intim dilakukan dua hari sebelum masa ovulasi.
Hal ini dilakukan agar sperma laki-laki tidak bertemu dengan sel telur, sementara sperma perempuan memiliki kesempatan lebih besar untuk membuahi sel telur dan menghasilkan anak perempuan.
Meskipun demikian, perlu diingat bahwa jenis kelamin anak ditentukan oleh kombinasi sperma yang membuahi sel telur.
Metode yang disarankan dr. Boyke tidak memiliki kepastian mutlak dalam menentukan jenis kelamin anak.
Hal ini lebih bersifat sebagai upaya yang bisa dilakukan secara alami untuk meningkatkan peluang memiliki anak perempuan, namun tidak dapat menjamin hasil yang diinginkan.(*)