SUARA CIANJUR - Dalam beberapa waktu terakhir, tren positif telah merambah dunia suporter klub sepak bola Indonesia khususnya di laga BRI Liga 1 2023/2024 yang sedang bergulir saat ini .
Dimana mereka berkolaborasi untuk berdonasi guna membayar denda yang dijatuhkan oleh PSSI akibat tindakan-tindakan kurang sportif dari suporter away.
Langkah ini mencerminkan semangat persatuan dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi konsekuensi dari perilaku suporter sepak bola di Indonesia.
Dikutip dari Instagram @sahabarpersib__ pada Jumat (11/8/2023), setelah sebelumnya suporter Persebaya dan Persija telah mengambil langkah serupa, kini giliran suporter PSIS, Panser Biru, yang ikut serta dalam inisiatif ini.
Mereka telah berhasil mengumpulkan dana sebesar 25 juta rupiah yang akan digunakan untuk membayar denda kepada PSSI. Hal ini juga tidak hanya terbatas pada satu klub saja.
Suporter Persik juga turut berpartisipasi dalam gerakan ini dengan mengumpulkan donasi untuk membayar denda yang telah diterima klub mereka.
Aksi kolaboratif antara suporter dari berbagai klub ini menunjukkan semangat sportivitas dan solidaritas di antara komunitas sepak bola Indonesia. Namun, respons dari warganet dan beberapa suporter tidak selalu positif.
Beberapa suporter Persib, misalnya, memberikan komentar beragam tentang inisiatif ini. Ada yang mendukung langkah suporter lain, namun ada juga yang mengkritik aksi boikot beberapa suporter Persib yang berdampak pada kinerja tim.
"Kita mah akur dengan manajemen juga kagak, bukan soal mampu tidak bayar denda puluhan juta," tulis akun @lul***.
Baca Juga: Idap Diabetes, Panji Petualang Ungkap Kondisi Dirinya setelah Divonis
"Ada bagus ada enggak nya sih ini, bagusnya ya berani berbuat berani bertanggung jawab, nggak bagusnya nanti beberapa oknum suporter yang gak baik malah seenaknya dengan dalih 'yaudah kalo pun didenda toh kita yang bayar'," tulis akun @_nwj***.
Tentu saja, tren positif ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya persatuan dan tanggung jawab sosial dalam dunia sepak bola.
Meskipun terdapat pandangan yang berbeda, inisiatif ini telah menciptakan ruang untuk diskusi dan refleksi di kalangan warganet, suporter, dan masyarakat sepak bola pada umumnya.(*)