SUARA CIANJUR – Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Indra Sjafri merasa murka dengan pihak yang menuding bahwa PSSI tidak mengerti aturan FIFA. Dirinya menyatakan sangat paham terhadap aturan FIFA dan seluk beluknya.
“Kita PSSI bukan enggak paham bahwa AFF, Asian Games, SEA Games, itu bukan agenda FIFA, paham sekali. Kita juga paham klub itu adalah tempat pembinaan pemain, sangat paham,” ujar Indra Sjafri, dikutip dari laman Instagram @garudafighters, Jumat (18/8/2023).
Bahkan dalam kesempatan tersebut, Indra Sjafri menyinggun pelatih klub BRI Liga 1 yang tidak memiliki rencana dalam mengelola klub.
“Tapi sebagai pelatih, apa tujuan klub dibikin? Memperkuat tim nasional, sekelasnya pelatih, saya ngga usah nyebut nama, dia minta pemain 30 dan 35 (pemain), malahan, minta ke owner klub. Masa sih gak ada plan A dan plan B,” sambungnya.
Dirinya menegaskan bahwa hanya butuh pemain selama dua minggu saja, dan berharap setiap klub mengerti terhadap kondisi ini.
“Kami hanya butuh dua minggu turnamen AFF, masa sih nggak bisa support itu. Itu yang pak ketum sesalkan, ya kami dilapangan yang jadi sulit,” lanjutnya.
Sebelumnya, polemik sempat terjadi di sepak bola Indonesia tatkala beberapa pelatih klub BRI Liga 1 tidak melepas pemain untuk memperkuat timnas Indonesia. Adapun pelatih yang menjadi sorotan utama adalah pelatih Persija Jakarta Thomas Doll dan pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares. (*)