SUARA CIANJUR - Timnas Indonesia U-17 di bawah kendali pelatih Bima Sakti telah memulai seleksi pemain untuk kompetisi mendatang dengan memanggil enam pemain diaspora.
Namun, proses seleksi ini telah mengalami banyak drama, dengan pemain-pemain diaspora harus bersaing keras untuk mendapatkan tempat di skuad akhir.
Dalam panggilan pertamanya, Bima Sakti mencoba memberikan kesempatan kepada enam pemain diaspora untuk bergabung dalam timnas Indonesia U-17.
Lima di antaranya berangkat ke Jakarta untuk mengikuti seleksi, namun sayangnya, hanya satu yang mampu melewati tahap awal.
Mahesa Ekayanto, Madrid Augusta, Aaron Nathan Ang, dan Staffan Qabiel Horito harus puas dicoret dari daftar seleksi.
Tersisa hanya Aaron Liam Suitela dari Australia yang berhasil meraih tiket untuk melanjutkan seleksi.
Keberhasilannya ini menunjukkan bahwa persaingan di antara pemain diaspora ini begitu ketat, dan hanya yang terbaik yang dapat bertahan.
Di tengah seleksi yang ketat, Welber Halim Jardim dari Brasil kemudian muncul sebagai harapan baru.
Meskipun datang lebih belakangan, Jardim berhasil menarik perhatian pelatih Bima Sakti dengan penampilannya yang menjanjikan.
Namun, proses seleksi tidak berjalan mulus. Ketika Bima Sakti memutuskan untuk menambah tiga pemain diaspora lagi ke dalam seleksi timnas U-17, ternyata ketiganya justru harus pulang dengan tangan hampa.
Ocean Erwin Lim dari Spanyol, Althaf Fawwaz Khan dari Amerika Serikat, dan Igor Arungbumi Sanders dari Belanda harus mengubur harapan untuk bergabung dengan skuad timnas Indonesia U-17.