SUARA CIANJUR - Suasana di klub Persija Jakarta baru-baru ini menjadi sorotan setelah pihak manajemen klub kedatangan tamu istimewa.
Kabar ini tersebar melalui beberapa foto yang diunggah di akun Instagram resmi Persija, lengkap dengan keterangan yang menjelaskan kedatangan tamu spesial tersebut.
Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mempererat hubungan baik yang telah terjalin antara Persija dan manajemen klub Brisbane Roar, sebuah klub sepak bola dari A-League Australia.
Kunjungan ini terjadi dalam momen pertandingan kandang Persija kontra Arema FC pada Minggu, (20/8/2023), serta di Kantor Persija, Rasuna Office Park, pada Senin, (21/8/2023).
Kehadiran dua pejabat baru dari The Roar, yaitu Kaz Patafta sebagai Chairman dan Chief Executive Officer (CEO), serta Zac Anderson sebagai Chief Operations Officer (COO), menjadi momen berharga untuk membahas banyak hal penting bersama Ambono Janurianto, Direktur Utama Persija, dan Sebastien Leclerc, Direktur Komersial Persija.
Kaz Patafta dalam pernyataannya menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh semua pihak di Persija, termasuk suporter dan manajemen.
“Terima kasih kepada semuanya telah menyambut kami dengan baik, mulai dari suporter, manajemen Persija, dan semua staf,” ungkap Kaz Patafta dikutip dari Instagram @persija pada Rabu (23/8/2023)..
Namun, kunjungan ini rupanya juga menarik perhatian para Jakmania, pendukung setia Persija. Beberapa dari mereka menyampaikan pandangan skeptis terkait kerja sama antara klub dan manajemen.
Salah satu akun Jakmania mencatat bahwa kerja sama seperti ini perlu diwujudkan dalam bentuk nyata.
Baca Juga: Reaksi Gerindra terhadap Usulan Megawati Mengenai Pembubaran KPK
"Kerjasamanya dalam bentuk apa? Sama tim jepang kemarin juga gak keliatan bentuk nyata kerjasamanya?," tulis akun @jak***.
"Urusan sana hubungan baik, beli pemain tapi ga baik," tulis akun @_ahh***.
Sejumlah komentar lain dari para Jakmania juga mencerminkan ketidakpuasan mereka terhadap performa tim dan keputusan manajemen.
Beberapa mengkritik keputusan pembelian pemain, terutama pemain asing, yang dinilai tidak sesuai dengan ekspektasi.
"Ngasih target ke pelatih juara, pemain asing aja ga komplit 6. Punya 2 penyerang asing bagus musim kemarin d ganti sama 1 asing penyerang simic," tulis akun @ric***.
Mereka menginginkan manajemen lebih fokus pada memperkuat tim dan mencapai prestasi yang lebih baik, daripada hanya menjalin hubungan baik tanpa hasil yang nyata.