SUARA CIANJUR - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mendapatkan kritik karena dianggap lebih fokus pada urusan Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) daripada mengatasi masalah utang yang dihadapi oleh beberapa perusahaan pelat merah, termasuk PT Waskita Karya.
Erick, yang sejatinya bertanggung jawab atas kinerja BUMN, terutama PT Waskita Karya, dinilai oleh beberapa pihak telah terlalu banyak terlibat dalam urusan PSSI.
Kritik ini timbul karena perhatian yang diarahkan pada PSSI dianggap mengesampingkan tanggung jawabnya dalam menghadapi problematika utang BUMN yang dapat berdampak pada kesehatan ekonomi perusahaan dan negara.
Muslim Arbi, Direktur Gerakan Perubahan, mengkritik kesibukan Erick dalam dunia sepak bola dan mengaitkannya dengan motivasi politik.
Ia menduga bahwa Erick dapat memanfaatkan dukungan massa suporter sepak bola untuk kepentingan politiknya.
Kritik ini juga menyoroti bagaimana prioritas dan perhatian yang diberikan oleh seorang menteri haruslah sejalan dengan tanggung jawab resminya.
“Karena dukungan massa suporter, empuk untuk kepentingan politik,” ujar Muslim dikutip Kamis (31/8/2023).
Beberapa pihak berpendapat bahwa kesibukan Erick dalam urusan PSSI dan persepsi tentang rencana politik di masa depannya dapat mengaburkan komitmen dan tanggung jawabnya sebagai menteri BUMN.
Memanfaatkan posisinya untuk kepentingan politik juga dilihat sebagai tindakan yang dapat merugikan integritas dan profesionalisme dalam pemerintahan. (*)
Baca Juga: Ketum PSSI Erick Thohir Berikan Tanggapan Soal Pola Permainan Timnas Indonesia U17, Apa Katanya?