SUARA CIANJUR - Spekulasi terus berkembang mengenai calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di Indonesia.
Salah satu nama yang muncul belakangan adalah Gibran Rakabuming Raka, anak sulung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Meskipun menjadi kandidat yang potensial, ada pandangan bahwa pengalaman politik Gibran masih terbilang minim.
Gibran, yang baru-baru ini menjabat sebagai wali kota Surakarta, memang telah menciptakan dampak di tingkat lokal.
Namun, sebagian pengamat politik berpendapat bahwa pengalaman politiknya yang terbatas menjadi tantangan dalam perannya sebagai cawapres di tingkat nasional.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, menyatakan bahwa Gibran belum memiliki pengalaman politik yang cukup untuk menjabat sebagai cawapres.
Sebelum menjadi wali kota, perjalanan politiknya relatif singkat. Meskipun demikian, Ujang juga menekankan bahwa keputusan mengenai cawapres dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor politik, termasuk dukungan dari partai politik dan tokoh-tokoh penting.
"Sangat minim pengalaman, tapi kan kalau Jokowi yang mau, presiden yang mau, partai-partai politik itu tersandera oleh Jokowi, dalam genggaman Jokowi," kata Ujang Komarudin dikutip Rabu (13/9/2023).
Pengaruh dan dukungan yang dimiliki oleh Presiden Jokowi, partai politik, serta Prabowo Subianto, yang disebut-sebut sebagai bakal calon presiden, juga dapat menjadi faktor penentu dalam penunjukan cawapres. Keputusan akhir akan sangat dipengaruhi oleh strategi partai politik dan persepsi publik. (*)
Baca Juga: Safari Politik Bareng ke Bogor, Gibran: Saya Lebih Dekat dengan Pak Ganjar Pranowo