SUARA CIANJUR - Pernah terjadi ketegangan antara Ramai Rumakiek dan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, karena pemain tersebut tidak memberikan respons atas panggilan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia yang akan berpartisipasi dalam SEA Games 2021.
Kasus ini mencuat dan menjadi topik perbincangan hangat, terutama karena Ramai Rumakiek adalah salah satu pemain yang sangat diandalkan oleh pelatih asal Korea Selatan tersebut dalam beberapa turnamen sebelumnya.
Shin Tae-yong selalu memanggil Rumakiek untuk berpartisipasi dalam sejumlah turnamen penting, termasuk Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 dan Piala AFF 2020. Hubungan antara keduanya pernah kuat dan diharapkan akan terus berlanjut.
Namun, sejak kasus ketidakresponsifan tersebut, Rumakiek seperti hilang dari dunia Timnas Indonesia. Ia tidak pernah lagi dipanggil untuk bergabung dalam skuad nasional.
Pelatih Shin Tae-yong menjelaskan bahwa Ramai Rumakiek tidak dapat berpartisipasi dalam SEA Games karena ketidakresponsifannya terhadap panggilan Timnas. Sebagai konsekuensinya, sanksi diberlakukan terhadap Rumakiek.
"Rumakiek tidak bisa main di SEA Games. Kami sudah melayangkan surat pemanggilan, dia tidak respons sama sekali, jadi saya harus berikan sanksi kepada Rumakiek," sebut Shin Tae-Yong seperti dikutip dari situs resmi PSSI.
Kasus Rumakiek menunjukkan bahwa di dunia sepak bola, komunikasi yang baik antara pemain dan pelatih sangatlah penting.
Ketegangan semacam ini bisa berdampak pada karier pemain dan juga tim nasional. (*)
Baca Juga: Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak Komentari Shin Tae Yong Panggil Beckham Putra, Ini Lucu!