deli

Ancaman Resesi di Depan Mata, Ini Hal yang Perlu Dilakukan Masyarakat

Deli Suara.Com
Jum'at, 15 Juli 2022 | 12:10 WIB
Ancaman Resesi di Depan Mata, Ini Hal yang Perlu Dilakukan Masyarakat
Unsplash.com/Muhammad Daudy

Deli.Suara.com - Negara barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat diambang masuk ke dalam jurang resesi.  Meski ekonomi Indonesia masih mampu tumbuh positif, namun dampak resesi tetap mengancam perekonomian di tanah air.

"Dengan kondisi seperti ini saja kita sebagai rakyat biasa sangat merasakan dampak kenaikan harga. Disisi lain kenaikan penghasilan berjalan lambat atau justru tidak terjadi sama sekali," kata Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, Jumat (15/7/2022).

Ditambah lagi kondisi ancaman resesi saat ini, kata Gunawan, terjadi ledakan inflasi di negara besar yang jelas akan menggiring mereka masuk dalam krisis ekonomi baru, atau lebih dikenal dengan resesi.

"Data menunjukan bahwa ekonomi kita sejauh ini masih terlihat lebih baik dan kita semua mengetahuinya. Tetapi tidak ada yang bisa menggaransi bahwa resesi tidak akan merembet ke negara lain termasuk kita disini," ujarnya.

Karena mitra dagang Indonesia yang juga banyak diantaranya negara besar yang masuk jurang resesi, akan memberikan pukulan bagi ekonomi di Indonesia.

"Jadi memang sebaiknya kita mempersiapkan diri kita untuk kondisi yang terburuk, yakni kalau kalau resesi merembet kesini," kata Gunawan.

Lantas dengan ancaman resesi di depan mata apa saja langkah pencegahan yang harus dilakukan masyarakat?

Gunawan menjawab dengan kondisi yang sekarang ada baiknya kita sebagai masyarakat menengah bahwa melakukan sejumlah langkah penghematan. 

Pertama, lakukan penghitungan ulang pengeluaran kita saat ini. Lakukan penyesuaian dengan pendapatan kita pada saat ini. 

Baca Juga: Ivana Trump, Mantan Istri Donald Trump Meninggal Dunia

"Pengeluaran yang tidak perlu atau urgen sebaiknya dihapus atau ditunda," ujarnya.

Seperti rokok yang semestinya bisa dihilangkan, rekreasi atau jalan jalan yang bisa dikurangi, pulsa yang umumnya bisa ditekan penggunaannya. 

"Prioritas pengeluaran sebaiknya ditujukan pada pengeluaran pangan, pendidikan, atau kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan yang mendukung pekerjaan," kata Gunawan.

Kedua, kalau bisa sisihkan uang untuk ditabung seberapapun besarannya. Tidak perlu harus menunggu banyak, dengan uang recehan sebaiknya menabung dilakukan dari sekarang. 

Ketiga, sebaiknya sediakan uang untuk dana darurat untuk memenuhi yang sifatnya tidak terduga.  Keempat, lunasi utang dan jangan berhutang lagi, terlebih untuk hal yang sifatnya tidak produktif/usaha.

Kelima, cari pendapatan tambahan, dan jika harus dilakukan dengan usaha kecil kecilan sebaiknya perhitungannya harus matang. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI