Deli.Suara.com - Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin angkat bicara mengenai dengan kabar rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Menurutnya, kabar kenaikan harga BBM ini sebagai respon dari pernyataan Presiden yang menyampaikan beberapa masalah APBN terkait dengan mahalnya harga minyak dunia belakangan ini.
"Memang harus kita akui bahwa harga jual BBM saat ini jauh dibawah harga ke-ekonomiannya. Tetapi terkait kapan harga BBM dinaikkan saya belum mendengar kepastiannya," kata Gunawan, Selasa (16/8/2022).
Ia mengatakan jika harga BBM naik, maka akan terjadi inflasi. Semakin tinggi kenaikan harga BBM, maka target inflasi akan semakin tinggi pula.
"Tentunya kita berharap pemerintah tetap mengambil jalan lain selain menaikkan harga BBM," ungkap Gunawan.
Ia menyampaikan kenaikan harga BBM yang berdampak kepada inflasi akan membuat daya beli masyarakat terpukul.
"Dan sayangnya kondisi daya beli masyarakat kita benar-benar terpukul. Inflasi telah menggerogoti daya beli. Pertumbuhan ekonomi juga tergerus dengan laju tekanan inflasi," ungkapnya.
"Dan kenaikan harga BBM sangat berpeluang memicu inflasi hingga penambahan angka kemiskinan," sambung Gunawan.
Baca Juga: DPR Bantah Terima Uang Sogokan Ferdy Sambo dengan Alasan Waktunya Tidak Mungkin